Advertisement
Hoaks Bermunculan, Jokowi: Bisa Mengancam Persatuan Bangsa!
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 2 November 2020 - Youtube Setpres
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Konten-konten negatif banyak bermunculan seiring berkembangnya teknologi digital. Bahkan kejahatan di ruang digital juga banyak terjadi seperti hoaks, penipuan, hingga radikalisme.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut menyoroti hal tersebut. Dia menyebut, tantangan di ruang digital sekarang ini memang semakin besar.
Advertisement
"Konten-konten negatif terus bermunculan, kejahatan di ruang digital terus meningkat. Hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital perlu terus diwaspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa," kata Jokowi dalam acara peluncuran program literasi digital nasional, Kamis (20/5/2021).
Jokowi menyatakan bahwa menjadi kewajiban seluruh elemen masyarakat untuk terus meminimalkan konten negatif dan membanjiri ruang digital dengan konten-konten positif.
"Banjiri terus, isi terus dengan konten-konten positif. Kita harus tingkatkan kecakapan digital masyarakat agar mampu menciptakan lebih banyak konten-konten kreatif yang mendidik, yang menyejukkan, yang menyerukan perdamaian," ujarnya.
Menurutnya, ruang digital atau internet harus mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, membuat dan memperbanyak UMKM naik kelas serta memanfaatkan teknologi digital.
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan literasi digital adalah kerja besar, sehingga pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Menurutnya, dibutuhkan dukungan seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat yang melek digital.
Pada kesempatan itu, Kepala Negara pun memberikan apresiasi kepada 110 lembaga dan berbagai komunitas yang terlibat dalam program literasi digital nasional.
"Saya harap gerakan ini menggelinding dan terus membesar, bisa mendorong berbagai inisiatif di tempat lain, melakukan kerja-kerja konkret di tengah masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif," ujarnya.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi digital ekonomi yang diproyeksikan memiliki valuasi mencapai US$124 miliar pada 2025.
Dengan potensi tersebut, literasi digital sangat diperlukan untuk membentengi warganet dari konten negatif hingga kejahatan digital yang banyak bermunculan tersebut.
“Literasi digital adalah sebuah keniscayaan untuk mebentengi warganet dari dampak-dampak negatif internet,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kapal Perang Iran Karam di Samudra Hindia, 101 Hilang
- Skandal Goreng Saham, OJK Bekukan Aset Rp14 Triliun dan 2 Tersangka
- Drama OTT Bupati Pekalongan, KPK Tangkap Fadia Arafiq di SPKLU
- Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Cukup 25 Hari, Ini Alasannya
- Skandal Manipulasi IPO, OJK Geledah Kantor Sekuritas PT MASI di SCBD
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo, Rabu 4 Maret 2026
- Target IKA 2026 Belum Aman, DLH Sleman Soroti E. coli
- Messi Batal, F1 Terancam Akibat Konflik Timur Tengah
- Hujan Es Guyur Semin 10 Menit, Puluhan Rumah Rusak
- Operasi Pasar di Kulonprogo 12 Hari Jelang Lebaran
- Pengusaha Gunungkidul Diminta Bayar THR Tepat Waktu
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Hari Ini, Rabu 4 Maret 2026
Advertisement
Advertisement








