Hari Ini, Mengenang Tragedi 12 Mei 1998, Penembakan 4 Mahasiswa Trisakti Belum terungkap

Foto empat orang mahasiswa Universitas Trisakti yang tewas ditembak di dalam kampus yakni Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan dan Hendriawan Sie. - ANTARA/Muhammad Zulfikar
12 Mei 2021 12:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Universitas Trisakti menggelar upacara untuk peringatan tragedi Trisakti 12 Mei 1998 di Jakarta, Rabu (12/5/2021).

Rektor Universitas Trisakti Prof Dr Kadarsah Suryadi mengatakan empat orang mahasiswa Trisakti yang gugur pada tragedi penembakan 12 Mei 1998 merupakan syuhada yang memperjuangkan reformasi di Tanah Air.

"Mereka telah memperjuangkan dengan nyawanya agar dilakukan reformasi dan pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme," kata dia saat upacara.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Kemenhub Usulkan Testing Intensif di Daerah Konsentrasi

Perjuangan empat almarhum, yakni Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan dan Hendriawan Sie demi tegakknya demokrasi dan terwujudnya keadilan, kesejahteraan serta kemajuan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selama 23 tahun berlalu, sudah banyak upaya yang dilakukan Universitas Trisakti agar penuntasan kasus tragedi penembakan mahasiswa di dalam kampus dapat dituntaskan.

"Namun, sampai saat ini penyelesaiannya bak pepatah jauh panggang dari api," katanya.

Ia berharap ke depan semoga ada terobosan-terobosan baru yang dapat mengusut dan menyelesaikan kasus penembakan mahasiswa Trisakti 12 Mei 1998 tersebut.

Baca juga: Menyentuh Hati, Ini Detik-Detik Azan Berkumandang di Stadion Wembley

Sebagai umat beragama saling memaafkan memang harus dapat dilakukan. Di kalangan pelaku sejarah tragedi Trisakti sendiri terdapat slogan yang berbunyi "kita dapat memaafkan tapi tidak akan pernah melupakan tragedi penembakan mahasiswa dalam kampus Trisakti".

Banyak pahlawan di dunia yang telah gugur dalam membela kebenaran namun konspirasi mengenai dalang di balik gugurnya pahlawan tersebut tidak pernah terungkap.

Sebagai contoh Martin Luther King, John F Kennedy dari Amerika Serikat, dan Benigno Aquino dari Filipina yang gugur namun sampai sekarang tidak diketahui dalang sesungguhnya.

Sumber : Antara