Hilal Belum Terlihat di Aceh

Tim rukyatul hilal PC NU melakukan pemantauan "rukyatul hilal" di Balai Rukyat Bukit Condrodipo, Gresik, Jawa Timur, Kamis (14/6). Berdasarkan sidang isbat yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1439 Hijriah jatuh pada Jumat, 15 Juni 2018. - ANTARA/Zabur Karuru
11 Mei 2021 23:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, ACEH - Tim Falakiyah Kantor Wilayah Kemenang Aceh menyatakan berdasarkan hasil pengamatan hilal tidak terlihat karena bulan belum ijtimak dan posisinya berada pada ketinggian 4,63 derajat di atas ufuk dan terbenam 18.29.34 WIB.

“Bulan belum ijtmak dan berada di bawah ufuk sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan rukyat,” kata Staf Observatorium Kanwim Kemenag Aceh, Rahmatul Fahmi di Kantor Observatorium Tgk Chik Kuta Karang, Kanwil Kemenag Aceh, Lhoknga, Aceh Besar, Selasa (11/5/2021).

Ia menjelaskan bulan pada hari ke 29 bulan Hijriah yaitu pada 29 Ramadhan 1442 terbenam lebih dulu di banding Matahari.

Ia menyebutkan matahari terbenam pada pukul 18.45.53 WIB dengan posisi matahari berada pada 288,18 derajat dari utara se arah jarum jam.

Baca juga: Viral Idulfitri Jatuh pada 12 Mei, Begini Penjelasan BMKG

Data hilal ketika matahari terbenam dengan tinggi hilal -4,63 derjat di bawah ufuk dan terbenam 18.29.34 WIB.

“Karena hilal belum ada di tanggal 29 maka sesuai dengan konsep falakiyah jumlah hari bulan Ramadhan digenapkan 30 hari,” katanya.

Ia menjelaskan dengan tidak terlihatnya hilal tersebut Ramadhan akan digenapkan menjadi 30 hari maka 1 Syawal akan jatuh pada hari Kamis 13 Mei 2021.

“Menteri Agama akan memutuskan 1 Syawal setelah sidang Istbat pada tanggal 11 Mei 2021 pukul 19.00 WIB,” katanya.

Sumber : Antara