Arsitektur UII Lahirkan Profesor setelah Menunggu 34 Tahun

Profesor Noor Cholis Idham. - Youtube.
29 April 2021 16:47 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) akhirnya mampu melahirkan seorang lulusan dengan gelar akademik tertinggi, profesor. Adalah dosen muda bernama Profesor Noor Cholis Idham yang berhasil mencetak rekor itu setelah menunggu 34 tahun.

Dekan FTSP UII Miftahul Fauziah mengakui, harus menunggu 34 tahun sejak jurusan Arsitektur lahir pada 1987 silam, barulah di 2021 mampu menghasilkan profesor. Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang Kenaikan Jabatan Akademik Profesor Noor Idham Cholis diserah terimakan secara langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY Profesor Didi Achjari di Kampus Terpadu UII Jl. Kaliurang Km. 14,5 pada 9 Maret 2021.

BACA JUGA : KABAR KAMPUS: Ini Cara Perguruan Tinggi Menambah

“Butuh waktu sekitar 34 tahun untuk jurusan ini berjuang keras dan berhasil melahirkan seorang professor. Maka kami sangat mengapresiasi Prof Noor Idham Cholis yang produktif menulis di sela-sela kesibukannya sebagai Ketua Jurusan,” katanya dalam Bedah Buku Arsitektur Kubah dan Konfigurasinya sekaligus Tasyakuran Penetapan Guru Besar Prof. Noor Cholis Idham, Kamis (29/4/2021).

Profesor Noor Cholis Idham menjelaskan Arsitektur Kubah dan Konfigurasinya menjadi salah satu buku hasil karyanya yang membahas tentang arsitektur Usmani. Ia tertarik menulis tentang Kasultanan Utsmani sejak 1994 silam, karena memiliki rangkaian keunikan di bidang arsitektur.

Pria yang pernah berkuliah Magister di Cyprus Turki ini menambahkan selain menarik, arsitektur Utsmani tergolong hebat, karena mampu menghasilkan bangunan menarik saat belum dikenal beton bertulang dan baja.

“Sehingga kami mengelaborasi lebih dalam arsitektur ini terutama soal Masjid dan Kubah, ini sangat menarik. Posisi kompleks Masjid Kasultanan Utsmani sendiri tidak hanya sebagai tempat beribadah tetapi juga digunakan untuk sekolah, termasuk jual beli,” ujarnya.

BACA JUGA : UII Jogja Punya Tiga Profesor Baru

Rektor UII Profesor Fathul Wahid mengapresiasi Noor Idham Cholis yang telah meraih gelar akademik tertinggi dan untuk pertama kalinya di Jurusan Arsitektur. Ia berpesan, sebagai guru besar tidak harus merasa di menara gading. Sebaliknya, harus tetap membumi dan terlibat dalam banyak aktivitas akademik dan pemecahan masalah nyata di lapangan.

“Guru besar adalah pengawal pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan zaman. Ini adalah syarat penting kemajuan sebuah peradaban manusia. Seorang guru besar jangan sampai lupa dengan tugas utamanya dalam pengembangan ilmu,” ujarnya.