33 Negara Siapkan Pangan Darurat, Stok Beras Indonesia 25 Juta Ton
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
Anggota DPR dari Fraksi NasDem yang juga menantu Wakil Presiden Ma\'ruf Amin, Muhammad Rapsel Ali./dpr.go.id
Harianjogja.com, JAKARTA - Kabar reshuffle kabinet Joko WIdodo-Ma\'ruf Amin masih menjadi perbincangan publik. Anggota DPR dari Fraksi NasDem yang juga menantu Wakil Presiden Ma\'ruf Amin, Muhammad Rapsel Ali, enggan berandai-andai ihwal isu dirinya menjadi kandidat menteri di kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Mengaku belum mengetahui kemungkinan dirinya menjadi menteri, Rapsel mengatakan tak ingin melampaui kewenangan Presiden.
Menurut dia, penunjukan menteri merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi.
"Saya tidak ingin berandai-andai, itu wilayah Presiden selaku kepala pemerintahan," kata Rapsel, Selasa (27/4/2021) malam.
Baca juga: Usai Digeledah, Kawasan Bekas Markas FPI Digaris Polisi dan Dijaga
Rapsel sempat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Rabu (14/4/2021).
Dia sempat diajak berkeliling Istana oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Menurut Rapsel, dalam pertemuan itu, dia dan Jokowi berdialog membahas wawasan kebangsaan.
"Kami waktu jalan bersama berdialog membahas tentang wawasan kebangsaan saja yang tujuan poinnya agar Indonesia bisa semakin maju," katanya.
Sehari setelahnya atau pada Kamis, 15 April sore, suami dari putri Ma\'ruf, Siti Nur Azizah ini menghadap mertuanya. Namun, dia mengatakan tak bisa menjelaskan agenda pertemuan tersebut.
Baca juga: Pemprov DKI Bantah Oknum yang Loloskan WNI dari India Bukan Pegawainya
Nama menantu Rapsel Ali memang mencuat di tengah isu perombakan atau reshuffle kabinet belakangan ini.
Seorang pejabat pemerintah dan satu petinggi partai politik mengatakan Rapsel disebut-sebut menjadi kandidat Menteri Pertanian menggantikan Syahrul Yasin Limpo.
"Ada informasi begitu," kata satu dari dua sumber itu.
Namun, skenario ini disebut masih bisa berubah.
Presiden Jokowi dikabarkan akan melakukan reshuffle kabinet seiring dengan pembentukan nomenklatur Kementerian Investasi dan peleburan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Riset dan Teknologi.
Hari ini, Presiden Jokowi disebut-sebut bakal mengukuhkan dua menteri, yakni Menteri Investasi dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Sejumlah petinggi partai politik yang dihubungi menyebut, Presiden kemungkinan akan melakukan reshuffle besar-besaran seusai Lebaran Mei mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
Gowes Jogjaversitas 2026 di UII diikuti pimpinan PTS DIY dan Jateng untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antarkampus.
Anggota DPRD Kulon Progo Angga Pratama mendorong pembangunan dan pemeliharaan irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian.
Mandat ganda Bank Indonesia memperkuat peran kebijakan moneter dan sinergi IRU, GIRU, serta RIRU dalam mendorong investasi dan lapangan kerja.
Imigrasi mencekal Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke luar negeri selama enam bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bea Cukai.
DIY perlu mengembangkan industri berbasis pengetahuan dan teknologi yang bernilai tambah tinggi, hemat lahan, serta mampu menyerap talenta lokal.