Kemenhub Sebut Ada 11 Juta Warga yang Akan Nekat Mudik

Ilustrasi - Polisi membawa poster saat kampanye larangan mudik di kawasan Terminal Madureso, Temanggung, Jateng, Rabu (21/4/2021). - Antara/Anis Efizudin
27 April 2021 19:37 WIB Rahmi Yati News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan mengatakan bahwa masih ada sebanyak 11 juta masyarakat yang akan nekat bepergian kendati telah dikeluarkan kebijakan pelarangan mudik 6—17 Mei 2021.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatkan bahwa kementerian telah melakukan survei untuk melihat angka mobilitas masyarakat pada momen Lebaran 2021. Survei menunjukkan sebanyak 85 juta masyarakat akan melakukan aktivitas mudik bila tidak ada pelarangan.

"Setelah ditanyakan bila ada pelarangan mudik ternyata masih ada 11 persen [yang ingin tetap mudik], dan ketika pemerintah betul-betul melarang [mudik], angkanya turun menjadi 7 persen," katanya dalam diskusi daring, Selasa (27/4/2021).

Menurutnya, angka 7 persen tersebut menunjukkan ada 11 juta masyarakat yang ingin tetap mudik kendati telah dilarang oleh pemerintah. Guna mengantisipasi pergerakan tersebut, maka dikeluarkan aturan pelarangan mudik yang kemudian dituangkan dalam Permenhub No.13/2021.

Baca juga: Penumpang Sepi Akibat Larangan Mudik, PO Bus Pilih Istirahatkan Armada

Dia membandingkan angka tersebut dengan angka mobilitas pada saat akhir pekan karena biasanya ada pergerakan kurang lebih satu juta masyarakat yang keluar dari Jabodetabek menggunakan semua moda transportasi.

"Itu efek lonjakannya aja [kasus Covid-19] sudah mendekati 100 persen. Nah, ini terbayang enggak kalau lebih dari 10 juta orang keluar dari Jakarta bagaimana transmisi yang akan terjadi antarkota kalau itu kita biarkan," jelas Adita.

Dia mengakui angka tersebut masih berupa survei. Namun, mengingat metodologi dan prosesnya dilakukan secara statistik, angka tersebut kredibel dan bisa dijadikan pegangan berbasis data.

"Oleh karenanya kita melihat ini sudah tepat. [Mudik] harus dilarang karena kalau ada jutaan orang yang keluar dari Jabodetabek atau keluar kota dari kota manapun transmisi antar kotanya ini yang kita khawatirkan, belum lagi aktivitas di lokasi dia mudik seperti nyekar, silaturahmi bahkan wisata," katanya.

Sumber : bisnis.com