Kerabat Menhan Prabowo Ikut Gugur dalam Tragedi KRI Nanggala-402

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (20/1/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
26 April 2021 22:57 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Kerabat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Rhesa Tri Sigar merupakan salah satu dari 53 awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali.

“Salah satu dari putra terbaik bangsa, Letda Laut (T) Rhesa Tri Sigar, saudara saya yang gugur bersama KRI Nanggala-402, berkorban demi Sang Merah Putih,” tulis Prabowo melalui akun instagram pribadinya, Senin (26/4/2021).

Menhan Prabowo menuturkan Rhesa adalah putra dari saudara sepupunya Letkol Godfired Sigar yang sempat menjabat sebagai Kepala Seksi Operasi Korem 164/Wira Dharma Dili. Pada tanggal 4 Juni 1998, Godfried gugur di tengah misi Timor Timur saat itu.

“Tadi malam saya sempat mengunjungi ibunda beliau, Indah Wahyu Arini Retno Utami dan kakak beliau Kapten Infantri Julius Sigar di kediaman mereka di Surabaya,” tutur Prabowo.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) TNI Yudo Margono menyebut keberadaan kapal selam KRI Nanggala-420 sudah ditemukan.

Yudo menjelaskan KRI Nanggala 420 pada hari ini, Minggu (25/4/2021) 2021 pada pukul 01.00 WITA terdeteksi oleh KRI Rigel yang sedang melaksanakan multibeam echosounder dan pertama kali diketahui pada kedalaman 800 meter.

Kemudian, karena peralatan KRI Rigel yang terbatas, pencarian dibantu MV swift rescue bantuan dari Singapura, dan mendapatkan identifikasi pada 07.30 WITA.

"Swift Rescue menurunkan ROV guna menindaklanjuti bawah air laut yg diberikan KRI Rigel, pada pukul 09.04 WITA ROV Singapura mendapatkan kontak visual pada posisi tepatnya berjarak kurang lebih 1.500 yard di arah Selatan pada kedalaman 838 meter. Ini terdapat bagian-bagian dari KRI Nanggala. Di sana KRI Nanggala-402 terbelah menjadi 3 bagian yang tadi disampaikan Panglima TNI," jelasnya pada konferensi pers, Minggu (25/4/2021).

Adapun, beberapa barang dan serpihan ditemukan antara lain adalah pakaian, badan kapal, kemudi horizontal, dan beberapa barang-barang yang lepas seperti jangkar. 

"Kondisi kedalaman 830 meter ini sangat kecil kemungkinan ABK bisa diselamatkan. Rasa duka tentunya mereka akan menjadi korban dalam kejadian ini," imbuh Yudo.

Seperti diketahui, kapal selam buatan Jerman KRI Nanggala-402 hilang kontak saat sedang berlatih penembakan rudal di perairan Bali.

Kapal selam ini membawa 53 orang yang terdiri dari 49 ABK, seorang komandan satuan, dan tiga personel senjata. Kapal hilang kontak saat komandan pelatihan hendak memberikan otoritas penembakan terpedo.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan utara Bali telah tenggelam dan dinyatakan gugur dalam tugasnya.

Pengumuman itu diberikan setelah tim pencari menemukan sejumlah bukti otentik yang menunjukkan KRI Nanggala-402 karam pada kedalaman 838 meter dan badan kapal terbelah jadi tiga bagian.

"Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala-402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur. Oleh karena itu, dengan kesedihan yang mendalam selaku panglima TNI saya nyatakan bahwa 53 personel yang on board KRI Nanggala-402 telah gugur," ujar Panglima TNI.

Sumber : Bisnis.com