Advertisement
Muhammadiyah & UGM Sepakati MoU Penanganan Covid-19
Ketua Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) PP Muhammadiyah Agus Samsudin dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM Paripurno menandatangani nota kesepahaman bersama (MOU) dalam penanganan Covid-19 di Gedung Balairung, UGM, Kamis 15 April 2021 - Dok. Muhammadiyah
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dan Universitas Gajah Mada (UGM) menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) penanganan Covid-19 di Gedung Balairung, UGM, Kamis (15/4/2021).
Kedua pihak akan mengadakan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat khususnya dalam penanganan Covid-19 yang berlangsung selama 3 tahun.
Advertisement
Secara teknis kerja sama ini diwujudkan dalam penggunaan GeNose untuk deteksi Covid-19 di lingkup Persyarikatan Muhammadiyah.
Ketua MCCC PP Muhammadiyah Agus Samsudin mengatakan kerja sama ini akan berdampak positif bagi MCCC.
“Penandatanganan MOU ini sebagai bagian ikhtiar dari MCCC dalam deteksi Covid-19. Untuk tahap awal ini, GeNose tersedia sebanyak 10 unit yang dipakai oleh PWM Jawa Timur, Klinik Ruslam Cempaka Putih Jakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Magelang,” kata Agus dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Jumat (16/4/2021).
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Paripurno mengatakan BAHWA kemitraan ini dibangun karena Muhammadiyah memiliki jaringan yang luas baik amal usaha maupun warganya sehingga kebutuhan GeNose itu sangat penting.
Menurutnya, dengan kemitraan ini nanti ada prioritas bagi MCCC sebagai perwakilan dari Muhammadiyah terkait dengan pengadaan GeNose dan perlengkapan pendukungnya.
Lebih lanjut, selain 10 unit GeNose, salah satu Amal Usaha Muhammadiyah yaitu RS PKU Muhammadiyah Bantul sudah memakai GeNose sebagai perangkat deteksi Covid-19.
Alat tersebut digunakan untuk pelayanan pasien yang berobat di poliklinik RS PKU Muhammadiyah Bantul dan sejauh ini sudah dipakai untuk memeriksa kurang lebih 200 orang.
Namun demikian, penggunaan GeNose sebagai perangkat pendeteksi Covid-19 dan termasuk vaksinasi yang saat ini juga tengah gencar dilaksanakan oleh pemerintah, tidak boleh membuat masyarakat lengah untuk menerapkan protokol kesehatan dalam aktifitas sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
Advertisement
Sleman Tak Terapkan WFA, Pelayanan Publik Tetap Tatap Muka
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Prabowo Telepon Presiden Palestina dan Erdogan Saat Momen Lebaran
- Korlantas Terapkan One Way Nasional Mulai Selasa 24 Maret 2026
- Simpan Ini! Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 24 Maret 2026
- Jadwal KRL Keberangkatan dari Palur & Solo Balapan, Selasa 24 Maret
- Jadwal Prameks Jogja-Kutoarjo 24 Maret 2026, Cek di Sini
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 24 Maret 2026, Simak Waktunya
- Cuaca Jogja Selasa Ini Didominasi Cerah, Ini Rinciannya
Advertisement
Advertisement







