Advertisement
Kemendikbud Luncurkan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2021, Begini Bentuknya
Peserta mengikuti ujian Program Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) dari Manado, Sulawesi Utara, Kamis (11/6/2020). Pelaksanaan ujian jarak jauh secara daring tersebut memudahkan calon mahasiswa program magister yang berada di daerah lain yang masih dibatasi pergerakannya akibat penyebaran pandemi Covid-19. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2021.
Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam mengatakan, bahwa program ini bertujuan supaya mahasiswa bisa melihat budaya di pulau lain di Indonesia dan akan menjadi sarana pertukaran budaya antarsuku, antarpulau.
Advertisement
"Pertukaran ini upaya membangun pemahaman mahasiswa untuk mengenal Indonesia lebih dalam," jelas Nizam pada pelucuran Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka secara virtual, Senin (12/4/2021).
Pada program ini, Kemendikbud memberikan kesempatan 1 semester untuk mahasiswa meninggalkan kampus, mengekplorasi budaya, makanan, tarian, seni, punya teman keluarga baru di tempat pertukaran mahasiswa, sehingga punya pertemanan yang luas secara nasional.
Adapun, selama 1 semester mengikuti pertukaran, mahasiswa tetap meningkatkan kompetensi keilmuan, karena mahasiswa yabg akan bertukar kampus di pulau lain tetap bisa ikut pembelajaran di kampus penerima atas bimbingan dari dosen di kampus asal.
Ada 5 hal penting berkaitan dengan Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Pertama, mahasiswa tidak ditukar hanya di dalam kota tapi harus pindah pulau.
"Jadi yang dari Jawa ke Nusa Tenggara, di Papua ke Sumatra, supaya tahu ragam budaya, punya saudara baru, dan perkawanan nusantara," jelas Nizam.
Kedua, mahasiswa wajib konversi sampai 20 SKS.
Nizam mengatakan, selama mengikuti program ini, mahasiswa tidak boleh kehilangan masa studi dan tidak lulus terlambat.
Ketiga, program terbuka bagi PTN maupun PTS. Keempat, program ini dapat diikuti mahasiswa semester 3-8.
"Mulai semester 5 misalnya cari perguruan tinggi ke pulau lain untuk Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini," imbuhnya.
Kelima, ada program eksplorasi keragaman modul Nusantara.
"Kampus pemerima bisa tunjukkan kekayaan, bahwa kekayaan nusantara ini besar sekali, itulah kebanggaan kita, itu jati diri kita," lanjut Nizam.
Nizam mengatakan, pendaftaran untuk perguruan tinggi dan dosen yang ingin ikut serta menyediakan fasilitas Pertukaran Mahasiswa Merdeka akan dibuka pada 19-28 April 2021. Adapun, informasi lengkap bisa diakses melalui bit.ly/PertukaranMahasiswaMerdeka.
"Jangan sampai ketinggalan. Semoga pada saatnya masyarakat sudah punya herd immunity, dengan disiplin 5M," jelas Nizam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Dituduh Danai Isu Ijazah Jokowi, JK Akan Melapor ke Bareskrim Hari Ini
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Wacana Batas Usia Medsos Picu Kekhawatiran Baru, Ini Kata Pakar
- Mendikdasmen Minta Siswa Tak Terjebak Soal Sulit Tes TKA
- Pemkab Bantul Terapkan WFH bagi ASN Mulai Pekan Ini
- Insiden Anjlok di Bumiayu, Kereta dari Jogja Putar Arah
- Dosen Diarahkan WFH Sehari, Kampus Diminta Atur Jadwal
- Daftar Skuad Bulu Tangkis Indonesia untuk Kejuaraan Asia
- Digugat ke PTUN, Pemkab Bantul Sebut Pemecatan Dukuh Seloharjo Sah
Advertisement
Advertisement








