Pasca Bom Makassar, Jakarta Perketat Tempat Ibadah dengan Andalkan CCTV

Kamera pengawas atau 'closed circuit television' (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan tilang elektronik atau 'electronic traffic law enforcement' (ETLE) untuk pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Sudirman - MH Thamrin dan jalur koridor 6 Trans-Jakarta Ragunan-Dukuh Atas mulai awal Februari 2020. - Antara
28 Maret 2021 17:07 WIB Sholahuddin Al Ayyubi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pihak Polda Metro Jaya bakal memperketat pengamanan sejumlah tempat ibadah di Jakarta. Salah satu hal yang dilakukan dengan cara memastikan semua CCTV beroperasi normal, usai terjadi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus mengatakan seluruh tempat ibadah dan lokasi lainnya akan dipantau oleh polisi bersama instansi terkait. Hal itu dilakukan pascaadanya insiden bom Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan.

"Jadi, ini tuh tidak cuma gereja, tapi semua tempat termasuk pengamanan Mako (markas komando) kita akan tingkatkan," tuturnya, Minggu (28/3/2021).

Yusri mengatakan bakal memfokuskan pengawasan melalui kamera CCTV di tempat ibadah. Kepolisian ingin memastikan jika CCTV diseluruh tempat ibadah dan tempat lainnya berfungsi dengan baik.

"Kemudian kita juga melakukan pengecekan fungsi CCTV dibeberapa gereja agar memastikan CCTV berfungsi dengan baik juga untuk membantu kegiatan monitoringnya ya," kata Yusri.

Adapun sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengimbau masyarakat untuk beribadah secara virtual, usai terjadinya aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021).

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono menganjurkan ibadah kebaktian di gereja pada masa pandemic Covid-19 disesuaikan dengan protokol kesehatan dan menggunakan virtual

"Intinya kita di situasi pandemi ini tidak full di dalam melakukan kebaktian, sesuai protokol kesehatan yang lain menggunakan virtual. Kita sampaikan nanti hanya virtual dalam melaksanakan ibadah," kata Argo, seperti dilansir dari Antara, Minggu (28/3/2021).

Menurut Argo, usai kejadian ledakan, kepolisian melakukan patroli dan pengamanan di gereja-gereja yang ada di seluruh Indonesia termasuk di lokasi kejadian

"Dari pihak kepolisian sedang melakukan pengamanan patroli terutama patroli dan pengamanan kepada gereja yang lain," kata Argo lagi.

Adapun ledakan bom terjadi di gerbang depan halaman Gereja Katedral Kota Makassar. Peristiwa itu terjadi pada Minggu 28 Maret 2021 sekitar pukul 10.28 WITA di Gereja Katedral Makassar

Saat ledakan terjadi umat telah selesai melaksanakan ibadah Misa Minggu Palma.

Sumber : Bisnis.com