Pembatalan Cukai Rokok Diklaim Tingkatkan Ekonomi Sentra Tembakau

Pekerja melinting rokok sigaret kretek di salah satu industri rokok di Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (31/5). - Antara/Destyan Sujarwoko
27 Maret 2021 05:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Paguyuban Mitra Sigaret Indonesia (MPSI) memberikan respons terkait batal dinaikkannya cukai rokok. Kebijakan itu diklaim mampu meningkatkan denyut perekonomian di sejumlah sentra pertanian tembakau di sejumlah wilayah.

Ketua Paguyuban MPSI Sriyadi Purnomo menanggapi positif kebijakan Kementerian Keuangan yang tidak menaikkan cukai industri hasil tembakau (IHT), utamanya sigaret kretek tangan (SKT). Keputusan pemerintah tidak menaikkan cukai SKT diharapkan bisa menjaga keberlangsungan industri dan tenaga kerja. Karena kondisi IHT yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

"Keputusan Kemenkeu untuk tidak menaikkan cukai SKT membuat kami bisa sedikit bisa bernafas lega dan sangat berterima kasih kepada pemerintah. Meski kami terpuruk akibat pandemi,” katanya, Jumat (26/3/202).

Ia menilai IHT merupakan salah satu sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap perekonomian. Selain pendapatan negara, sektor ini juga menyumbang penyerapan tenaga kerja. Kehidupan ekonomi masyarakat di kawasan sentra tembakau bisa perlahan meningkat seiring kebijakan cukai SKT nol persen yang diumumkan di awal Desember 2020 lalu oleh Menteri Keuangan RI.

Karena sebagian besar masyarakat di sentra tembakau menggantungkan hidupnya pada industri SKT. Mereka bukan hanya bekerja sebagai buruh di IHT, namun juga masyarakat lain yang berjualan di sekitar industri.

"Dampaknya tidak hanya pada buruh industri rokok saja tetapi UMKM sekitarnya, termasuk transportasi. Program pemulihan ekonomi yang digulirkan pemerintah sejalan dengan upaya penyelamatan terhadap sektor padat karya seperti SKT," ujarnya.