Advertisement
Varian Baru Corona Bermunculan di AS, Kasus Covid-19 Melonjak Lagi
Mutan Virus corona B.1.1.7 - JIBI/Bisnis.com
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan para ahli kesehatan masyarakat mengeluarkan peringatan adanya peningkatan jumlah kasus di beberapa wilayah di AS. Salah satu penyebab utamanya adalah munculnya sejumlah varian baru virus Corona di beberapa negara bagian seperti di Michigan dan New Jersey.
Berdasarkan data U.S. Department of Health and Human Services, di Michigan dan Minnesota, infeksi Covid-19 memuncak terlihat dari keterisian rumah sakit oleh orang–orang yang suspek Covid-19 naik masing-masing sekitar 70 persen dan 32 persen setelah sempat turun.
Advertisement
Sementara, di wilayah lain seperti New York dan New Jersey, laju peningkatan keterisian rumah sakit karena Covid-19 juga kembali naik, meskipun sudah menjalankan kampanye vaksinasi.
Keempat negara bagian tersebut sudah melakukan vaksinasi antara 19 persen sampai 21 persen warganya.
Profesor di University of Massachusetts Nicholas Reich mengatakan, bahwa adanya wabah baru yang besar akan menumpulkan kemampuan vaksinnya dalam memberikan imunitas di AS. Kekhawatiran tersebut datang karena negara sudah mulai melonggarkan dan mencabut pembatasan setelah melakukan kampanye vaksinasi.
Selain muncul varian yang menyebar lebih cepat, kombinasi pelonggaran aturan dan kelelahan masyarakat akibat pandemi kemungkinan besar menjadi faktor penyebab. Sementara beberapa acara seperti liburan musim semi kemungkinan dapat berdampak pada kenaikan kasus pada pekan-pekan mendatang.
“Ibarat balapan, kita sudah di lap terakhir, tapi di beberapa wilayah varian barunya masih menang. Dalam empat pekan ke depan saya tidak yakin mereka sudah bisa menurunkan kasus,” kata Reich, melansir Bloomberg, Selasa (23/3/2021).
CDC melaporkan ada lima varian yang menjadi perhatian, pertama B117 dari Inggris, P1 dari Brazil, B1351 dari Afrika Selatan, serta B1427 dan B1429 dari California.
Seluruhnya lebih mudah bertransmisi dan dapat menghambat kerja obat antibodi monoklonal untuk menetralkan virus. B117 bahkan berpotensi memperparah gejala yang terjadi pada seseorang.
Pekan lalu, AS mendapat tambahan rata-rata 55.000 kasus per hari, lima kali lipat lebih tinggi dari level pada Januari. Direktur CDC Rochelle Walensky menegaskan, ada kenaikan sedikit pada Senin dan menyebut wilayah Northeast dan Upper Midwest mulai mengalami kenaikan kasus secara signifikan.
Sementara itu, keterisian rumah sakit masih stabil di tingkat nasional, hal ini cukup mengkhawatirkan lantaran pada Januari dan Februari tingkat keterisian sudah sempat mengalami penurunan.
Adapun, laju kematian akibat Covid-19 masih mengalami penurunan, namun lajunya makin naik dalam sepekan terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
- Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon
- Suhu Kawah Melonjak Radius Aman Gunung Slamet Diperluas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
- Viral Meteor Langit di Lampung, Ini Fakta Sebenarnya
Advertisement
Advertisement








