Advertisement
Korupsi Bansos, Juliari Akui Beri Duit untuk Ketua DPC PDIP Kendal
Eks Menteri Sosial Juliari P Batubara mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2020). ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara mengakui pernah menyerahkan uang ke Ketua DPC PDIP Kendal Ahmad Suyuti. Dia mengatakan, uang itu untuk operasional partai.
"Ya itu sekadar untuk membantu operasional dari pada DPC PDI Perjuangan di Kendal," kata Juliari saat bersaksi secara virtual di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin (22/3/2021).
Advertisement
Duduk sebagai terdakwa adalah dua pengusaha yang didakwa menyuap Juliari untuk mendapatkan proyek pengadaan bansos Covid-19. Mereka adalah Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.
Keterangan ini muncul saat jaksa bertanya kepada Juliari.
"Saudara, kenal sama Ahmad Suyuti Ketua DPC Kendal?" tanya jaksa.
"Kenal Pak," jawab Juliari.
Jaksa melanjutkan, "Apa pernah menitipkan uang untuk Pak Ahmad Suyuti?"
Juliari menjawab pernah memberikan uang itu dan diserahkan melalui staf khususnya Kukuh Ari Wibowo.
Menurut Juliari, uang diserahkan saat kunjungan ke Semarang dan Kendal. Uang itu diberikan untuk operasional DPC PDIP Kendal.
Juliari Batubara mengatakan uang diserahkan berjumlah Sing$ 50 ribu atau sekitar Rp500 juta. Mantan Bendahara PDIP ini mengatakan uang itu berasal dari kantong pribadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Open House Lebaran di Bantul Tetap Digelar, Dikemas Sederhana
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Libur Idulfitri, Wisata Kedhaton dan Tamansari Tutup Dua Hari
- Komnas HAM Dorong Kasus Penyiraman Air Keras Masuk Peradilan Umum
- Prabowo Malam Takbiran di Sumut, Salat Id di Aceh
- Malam Takbir di Plosokuning Dipusatkan di Masjid Pathok Negoro
- Kadin Gunungkidul Turun Tangan Bantu Bocah Rawat Orang Tua Sakit
- Volume Kendaraan di Tol Jogja-Solo Melonjak hingga 54%
- Prabowo Buka Opsi Tim Independen Usut Kasus Penyiraman Air Keras
Advertisement
Advertisement








