Advertisement
Dituding Pasok Beras untuk Militer Myanmar, Ini Respons Thailand
rnPersonel militer berjaga di titik pemeriksaan di jalan yang menuju kompleks gedung Parlemen di Ibu Kota Naypritaw, Myanmar, Senin (1/2/2021). Junta Militer Myanmar yang dipimpin Jenderal Min Aung Hlaing mengumumkan pengambilalihan kekuasaan dan pemberlakuan status darurat nasional selama setidaknya satu tahun. - Antara/Reuters\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Militer Thailand menegaskan transaksi bahan pokok di perbatasan dengan Myanmar hanya merupakan perdagangan normal.
Thailand pun membantah turut membantu militer Myanmar dengan memasok beras untuk mereka. Pejabat Thailand menegaskan tidak ada kontak dengan militer Myanmar.
Advertisement
“Tentara Thailand tidak memasok tentara Myanmar dan tidak ada kontak dari mereka yang meminta bantuan atau meminta bantuan dari kami karena mereka memiliki kehormatan sendiri,” kata Komandan Pasukan Naresuan Mayor Jenderal Amnat Srimak, Sabtu (20/3/2021).
BACA JUGA : Militer Myanmar Kian Beringas, 18 Pendemo Tewas dalam
Amnat menjelaskan pihaknya tidak bisa menghalangi pergerakan barang di perbatasan kedua negara selama tidak melanggar hukum dan mengikuti prosedur bea cukai.
Sebelumnya, media Thailand melaporkan bahwa tentara negara tersebut telah memasok 700 karung beras ke unit-unit tentara Myanmar di perbatasan timur. Mereka mengutip seorang pejabat keamanan tak dikenal yang mengatakan itu atas perintah pemerintah Thailand.
Media ini menunjukkan foto-foto yang tampak seperti kantong beras yang dimuat ke dalam truk di perbatasan. Gambar yang dilihat oleh Reuters menunjukkan pria, beberapa berseragam kamuflase, menyeberang ke Thailand dan memeriksa suhu mereka.
Seorang juru bicara pemerintah Thailand tidak segera menanggapi permintaan komentar atas peristiwa itu. Militer Myanmar tidak menjawab panggilan untuk meminta komentar.
BACA JUGA : Negaranya Sedang Gawat! Dubes Myanmar untuk PBB Minta
Perdagangan perbatasan antara Thailand dan Myanmar telah sangat dibatasi sejak merebaknya pandemi virus Corona. Penduduk mengatakan bahwa penyeberangan yang ditunjukkan dalam gambar itu bukan jalur perdagangan normal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Batas Lapor SPT 30 April, Telat Kena Denda Rp100.000
- Terjebak di Lantai 23, Ini Pesan di Baju Selamatkan Penghuni Kebakaran
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
Advertisement
Pameran Seni Sesa Bhaga Jogja, Angkat Isu Lingkungan di Ruang Unik
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 April 2026, Lengkap Palur-Tugu
- Angin Puting Beliung Terjang Sleman, Puluhan Rumah Rusak
- Update Puting Beliung Sleman Rusak 20 Titik, Ngaglik Terparah
- Layanan KA Jarak Jauh Kembali Normal Bertahap Mulai 30 April 2026
- Langganan Google Melonjak, YouTube Hadapi Tekanan Iklan
- Proyek Kampung Haji RI di Arab Saudi Mulai Pembebasan Lahan
- Terjebak di Lantai 23, Ini Pesan di Baju Selamatkan Penghuni Kebakaran
Advertisement
Advertisement







