Menkes BGS Nyatakan 5,4 Juta Orang Telah Disuntik Vaksin Covid-19

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). - Antara
15 Maret 2021 15:07 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan jumlah penerima vaksin Covid-19 hingga 14 Maret 2021 telah mencapai 5.489.027 orang. Namun, angka itu masih jauh dari target pemerintah untuk memberikan vaksinasi kepada 181,5 juta penduduk Indonesia dalam kurun satu tahun.

Menkes menyatakan saat ini rata-rata penyuntikan vaksin Covid-19 masih di kisaran 300.000 orang per hari.

Data itu diungkapkan Budi saat saat menghadiri Rapat Kerja di Komisi IX DPR RI ihwal kinerja penanganan pandemi Covid-19 setahun terakhir pada Senin (15/3/2021).

BACA JUGA : Ini Update Rincian Penggunaan Vaksin Covid-19 di Sleman

“Kita sekarang sudah menyuntik sekitar 5,4 juta orang dan 4 juta orang dari target tahap kedua yang 38 juta atau sekitar 10 persen lebih,” kata Budi.

Dari total tersebut, Menkes menjelaskan penerima vaksinasi tahap pertama yang merupakan tenaga kesehatan mencapai 1.460.797 orang, sedangkan masyarakat penerima vaksin pada tahap kedua mencapai 4.028.275 orang.

“Penyuntikan kita akan atur, sekarang sudah bisa 300.000 per hari sesuai dengan rencana. Di bulan April, kita akan atur supaya bisa menyentuh di angka 500.000 vaksin per hari,” ujarnya.

Menurutnya, laju kecepatan pemberian vaksin itu mengikuti ketersediaan stok vaksin yang ada di dalam negeri. Belakangan, dia mengatakan, ketersediaan vaksin di Indonesia bakal mencapai 75 persen pada bulan Juli hingga Desember mendatang.

“Sehingga kita perlu meningkatkan kapasitas vaksinasi sebanyak 1 hingga 1,5 juta dosis per hari,” tuturnya.

BACA JUGA : Vaksin Covid-19 Mulai Sasar Anggota DPRD DIY

Seperti diketahui, pemerintah harus menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada 1 juta orang per hari agar dapat mengejar target vaksinasi kepada 181,5 juta atau 70 persen dari total penduduk dalam setahun. Namun, hingga saat ini target tersebut belum dapat terpenuhi.

Menkes sebelumnya menjelaskan bahwa salah satu yang menghambat penyuntikkan vaksin adalah ketersediaannya. Vaksin Covid-19 datang secara bertahap sehingga penyuntikkannya juga belum bisa mencapai 1 juta vaksin per hari.

“Januari dan Februari vaksin yang tersedia cuma 3 juta dosis. Itu sebabnya kenapa kita suntiknya cuma 100.000 per hari dari. Kalau langsung 1 juta nanti 3 hari habis, nanti protes semua Bupati sama Walikota karena nggak ada vaksin buat rakyat,” kata Menkes saat membuka peluncuran Grab Vaccine Center di Provinsi Banten, Sabtu (13/3/2021).

Menkes menjelaskan pada Maret dan April, setiap bulan rata-rata ada 10 jutaan vaksin. Itulah sebabnya pemerintah mengatur penyuntikkan 300.000 per hari agar 10 juta vaksin habis salam satu bulan.

BACA JUGA : Total Orang Disuntik Vaksin Covid-19 di Indonesia Sudah Lebih dari 4 Juta

Selanjutnya, pada Mei dan Juni diprediksi kedatangan vaksin bisa naik ke 20 jutaan dosis. Dengan ini, target vaksinasi per hari akan dinaikkan secara bertahap dari 300.000-an per hari menjadi sekitar 600.000 atau 700.000 vaksinasi per hari.

“Sampai sekitar Juni kita punya vaksin sekitar 70 juta sampai 80 juta dosis. Hanya 24 persen dari total kebutuhan vaksin,” imbuh Budi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia