Ketersediaan Vaksin Jadi Kendala Percepatan Vaksinasi

Anggota Polri di Sumatra Selatan mendapatkan suntikan vaksin dari petugas vaksin saat pelaksanaan vaksinasi massal di Palembang. istimewa
07 Maret 2021 03:27 WIB Desyinta Nuraini News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah berupaya untuk mempercepat proses vaksinasi. Sayangnya, itu terkendala dengan jumlah vaksin yang tersedia.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi sejatinya waktu program vaksinasi sudah dipercepat. Dari target 15 bulan, target vaksinasi menjadi 12 bulan alias 1 tahun. "Kita tetap melihat jumlah vaksinnya. Vaksin yang dikirimkan masih dalam 15 bulan karena kita masih ada 80 juta [dosis] yang harus kita geser di 2021," katanya.

BACA JUGA : Vaksinasi Covid-19 untuk Pelayan Publik Telah Dimulai

Tidak menutup kemungkinan juga jikalau pemerintah nantinya akan memesan vaksin jenis lain jikalau diplomasi vaksin yang diperhitungkan yakni 426 juta dosis ternyata tidak bisa terpenuhi.

Sementara itu, Nadia mengimbau agar masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan seraya menunggu jadwal vaksinasi. Hal yang sama juga berlaku bagi mereka yang telah divaksin. Terlebih dari penelitian di Inggris walaupun belum ditemukan kaitannya di Indonesia, mutasi B117 lebih cepat menular dari pendahulunya.

Di sisi lain pemerintah akan mengevaluasi apakah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) apakah sudah efektif, apakah perlu diteruskan, atau tidak untuk menjaga supaya kasus tidak meningkat.

BACA JUGA : Stok Vaksin Hanya Sleman 17.000, Jumlah Pendaftar Hampir

Pemerintah katanya terus berupaya untuk melakukan pengurutan seluruh genom atau whole genome sequencing (WGS) virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Diketahui temuan mutasi B117 di Indonesia didapatkan dari hasil pemeriksaan terhadap 462 sampel dengan metode WGS.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia