Advertisement
Ada Mutasi B117, Epidemiolog Minta Vaksinasi Dipercepat
Petugas melakukan pemeriksaan awal kepada warga lanjut usia (lansia) yang akan menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Bali Mandara, Denpasar Bali, Rabu (24/2/2021). - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyarankan pemerintah segera mempercepat program vaksinasi. Hal ini sebagai antisipasi menghadapi mutasi virus Corona.
Adapun, beberapa waktu lalu pemerintah mengumumkan ditemukan kasus mutasi virus Corona di Inggris yakni B117 di Indonesia. "Mumpung masih efektif Sinovac, kita harus percepat vaksinasi," tegas Dicky kepada JIBI/Bisnis.
Advertisement
BACA JUGA : Vaksinasi Covid-19 untuk Pelayan Publik Telah Dimulai di Bantul
Dia memprediksi hingga 2 tahun ke depan atau sampai akhir 2022 Indonesia masih menghadapi masa rawan Covid-19 dengan mutasi yang terus berkembang.
Untuk itu program pengendalian juga harus diperbaiki.
Testing, tracing dan treatment, kemudian memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan memakai sabun di air mengalir, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi alias 3T5M harus disiplin ditegakkan.
Menurut Dicky upaya tersebut dapat mencegah virus bermutasi. "Ini PR yang belum dilakukan secara memadai oleh Indonesia," imbuhnya.
Dia menjelaskan munculnya mutasi baru Covid-19 seperti di Inggris, Brasil dan Afrika karena penyebaran virus yang tidak terkendali.
BACA JUGA : Vaksinasi Pelaku Usaha Kawasan Wisata Malioboro Belum Capai Target
Jika Indonesia belum bisa juga mengendalikan Covid-19, strain baru yang merugikan sewaktu-waktu akan muncul.
"Kenapa virus bermutasi karena virus ini leluasa menginfeksi," ujarnya.
Dicky menambahkan ujian berikutnya yang harus dihadapi pemerintah yakni meningkatkan dan memperbaiki strategi komunikasi risiko sehingga dapat membangun kewaspadaan masyarakat.
Ketika menyampaikan kabar perbaikan kasus, ujarnya, harus dengan strategi komunikasi risiko yang tepat sehingga tidak menimbulkan pengabaian, menurunnya kewaspadaan termasuk pertanyaan benar tidak tren kasus menurun.
BACA JUGA : Vaksinasi Covid-19 untuk Pelayan Publik Telah Dimulai
Sejak awal kedatangan Covid-19 Dicky sudah mengingatkan agar diberlakukan karantina wilayah skala besar alias lockdown.
Ketika hal ini terus ditunda, kemudian menjadi sulit diterapkan karena memang kasusnya pun sudah menyebar hampir merata ke seluruh wilayah Indonesia. "Yang realistis sekarang penguatan serius bukan hanya wacana, aspek 3T5M, ditambah percepatan vaksinasi," ujar Dicky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- 6.308 WNI Terjerat Scam di Kamboja, Ribuan Dipulangkan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
Advertisement
Senin, Open House Sultan di Kepatihan. 70 Angkringan Disiapkan
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Ancaman DarkSword Intai iPhone, Segera Update iOS Anda
- Veda Ega Pratama Jadi Sorotan Media Spanyol Jelang Moto3 Amerika
- Tol Jogja-Solo Diserbu 376 Ribu Kendaraan Saat Lebaran
- Meta dan Google Kena Sanksi, Bahaya Medsos Terbukti
- Mulai 1 April, Kuota BBM Malaysia Dipotong
- AS Batasi Router Impor, Risiko Harga Naik Mengintai
- Gratis! Warga Bantul Bisa Jelajah 17 Museum
Advertisement
Advertisement







