Kemendikbud Luncurkan Program Guru Belajar dan Berbagi untuk Seleksi P3K

Pengajar memberikan pelatihan pembuatan video pembelajaran sistem daring kepada sejumlah guru di salah satu sekolah menengah atas, Banda Aceh, Aceh, Senin (13/7/2020). Pelatihan tersebut untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengaplikasikan pembelajaran sistem daring bagi murid sekolah dengan metode khusus jarak jauh di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO - Ampelsa
03 Maret 2021 13:17 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) baru saja meluncurkan Program Guru Belajar dan Berbagi. Program kali ini ditujukan khususnya bagi para guru honorer yang aan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Irwan Syahril mengatakan, peluncuran program Guru Belajar dan Berbagi akan ditujukan bagi guru honorer, agar bisa belajar mandiri dalam persiapan menjadi calon guru ASN P3K.

“Ditjen GTK meluncurkan inovasi layanan berbasis digital, di antaranya Guru Belajar dan Berbagi tujuannya untuk membantu guru-guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan bersama-sama dan bahu-membahu agar bisa berdaya menghadapi Covid-19,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (3/3/2021).

BACA JUGA : P3K Hasil Seleksi 2019 di Gunungkidul Belum Juga Diangkat

Program ini juga ditujukan khususnya untuk memastikan pembelajaran anak-anak bisa tetap berlangsung walaupun dengan segala keterbatasan yang kita hadapi.

Hingga saat ini, sudah lebih dari 600.000 guru yang mengikuti berbagai bimbingan teknis dan diklat Guru Belajar. Sudah lebih dari 65.000 rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan artikel yang ada di laman Guru Berbagi dan telah diakses lebih dari 70 juta kali.

“Program belajar dan berbagi merupakan sebuah gerakan di mana semua guru dapat mengikuti program pembelajaran dari guru dan tenaga kependidikan secara daring, bahkan sampai pelosok pelosok nusantara,” kata dia.

Menurut Irwan, melalui Program Guru Belajar dan Berbagi, dapat diperluas akses belajar untuk semua guru Indonesia. Guru-guru dapat merefleksi pengembangan diri secara berkelanjutan tanpa perlu lagi menunggu surat tugas untuk melakukan itu.

BACA JUGA : Tahun Ini, Disdik Sleman Ajukan 1.108 Formasi P3K 

“Harapan kami ke depannya bahwa belajar bukan lagi masalah kesempatan melainkan pada masalah kemauan. Di mana ada kemauan Insya Allah di situ akan ada jalan. Sesungguhnya guru dan belajar adalah 2 elemen yang tak terpisahkan,” imbuhnya.

Dalam Program Guru Belajar dan Berbagi, terjadi kolaborasi antara pemerintah guru, komunitas, dan penggerak pendidikan. Semua bisa berbagi ide berbagai praktik baik pembelajaran melalui berbagai macam bimbingan teknis daring.

“Guru Berbagi dihadirkan sebagai fasilitas belajar dan berbagi agar anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang lebih baik dari guru-guru yang gemar belajar,” tambahnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia