Kepala BMKG: Banjir Jabodetabek Akibat Cuaca Ekstrem dan Hujan Lebat

Ketinggian banjir di Kelurahan Cililitan, Jakarta Timur, merendam permukiman hingga mencapai atap rumah sebagian warga, Senin (8/2/2021). - Antara
20 Februari 2021 15:17 WIB Feni Freycinetia Fitriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan banjir yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya atau Jabodetabek terjadi karena cuaca ekstrem dan hujan lebat dalam 24 jam terakhir.

Dia menuturkan sesuai dengan prediksi BMKG selama 2 hari terakhir, yaitu tanggal 18-19 Februari 2021, wilayah Jabodetabek diguyur hujan secara merata dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

BACA JUGA : Gegara Banjir Jakarta, Puluhan Bus Menuju Jogja Terlambat

"Hujan lebat lebih dari 50 mm dan sangat lebat 100-150 mm dengan kondisi curah hujan ekstrem," katanya dalam konferensi pers virtual, Sabtu (20/2/2021).

Berdasarkan data yang dikumpulkan BMKG dari beberapa posko pengamatan, curah hujan di pos pengamatan Halim Perdanakusuma tercatat 160-176 mm per hari.

Lebih lanjut, Dwikoritas mengatakan curah hujan pos pengamatan Sunter Hulu 197 mm per hari dan di Lebak Bulus 154 mm per hari.

BACA JUGA : Pembersihan Belum Sepenuhnya Selesai, Banjir Jakarta

"Curah hujan di pos pengamatan Pasar Minggu tercatat 226 mm per hari. Itu [curah hujan] yang tertinggi di Pasar Minggu," imbuhnya.

Dwikoritas mengungkapkan kejadian hujan di wilayah Jabodetabek umumnya terjadi pada malam. Namun, hujan berlangsung terus-menerus sampai dini hari bahkan masih berlanjut menjelang pagi hari.

Menurutnya, kondisi cuaca ektrem dan hujan lebat di wilayah Jabodetabek masih akan terjadi hingga akhir Februari 2021.

"Jadi itu waktu-waktu yang kritis yang perlu diwaspadai," ucapnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia