Viral Video Prajurit TNI Terluka saat Kontak Senjata dengan Separatis OPM

Video berisi prajurit TNI AD mengalami luka saat baku tembak dengan OPM di Papua Barat viral di media sosial - Twitter @Jatosint
16 Februari 2021 14:37 WIB Feni Freycinetia Fitriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - TNI AD kembali melakukan baku tembak dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNB-OPM) di Papua Barat. 

Video yang memperlihatkan seorang prajurit TNI yang terluka saat baku tembak dengan OPM beredar hingga viral di media sosial. Berdasarkan pantauan Bisnis, video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Twitter JATOSINT @jatosint pada Senin (15/2/2021).

BACA JUGA : OPM : TNI/Polri Kolonial Indonesia, Berperang lah secara

Dalam video berdurasi 1 menit 26 detik tersebut terlihat empat orang prajurit TNI sedang berlindung di balik mobil truk. Satu prajurit yang tidak memakai pengaman kepala atau helm tertembak di bagian wajah.

Prajurit TNI yang terluka tersebut diketahui bernama Prada Maulana. Dia merupakan anggota Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) dari Batalyon Infranteri 715/Motulianto (MTL).

"Prada Maulana dari #TNIAD 751 IB mengalami luka di hidungnya saat diserang oleh Kelompok Separatis Papua (OPM / TPNPB) di Distrik Ilaga. Di tengah situasi tersebut, dia tetap peduli & melakukan prosedur kliring pada senapan SS2 miliknya," tulis akun Twitter @Jatosint seperti dikutip, Selasa (16/2/2021).

Video Prada Maulana yang terluka mendapat respons dari warganet. Tercatat video tersebut menerima 18 komentar, 237 re-tweet, dan 422 likes.

Salah satu warganet dengan akun Twitter @tujuhtigakali bertanya kepada @Jatosint terkait tipe senjata yang digunakan oleh TNI AD saat baku tembak dengan OPM.

BACA JUGA : OPM Mengaku Tak Butuh Jalan Trans Papua Tapi

"Itu senjata mereka sama sekali gk ada yg pake optic apa gimana ? :( padahal kontak tembaknya selalu jarak jauh," tulis akun @tujuhtigakali.

Akun @Jatosint lantas membalas cuitan tersebut dengan mengamini pendapat dari akun @tujuhtigakali.

"Ini juga disayangkan, padahal musuh terlihat berjarak lebih dari 200 meter. Penggunaan optik akan sangat membantu untuk akuisisi target," balas @Jatosint.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia