Beras Indonesia Dijual Lebih Murah di Singapura

Ilustrasi buruh mengangkut karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (12/02/2020). - JIBI/Bisnis.com/Eusebio Chrysnamurti
10 Februari 2021 16:17 WIB Iim Fathimah Timorria News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Beras Indonesia dijual lebih murah di Singapura. Harga eceran tertinggi (HET) beras premium di Pulau Jawa, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 57/2017, dipatok Rp12.800 per kilogramnya. Nilai maksimal yang harus dirogoh konsumen untuk kemasan 5 kg adalah Rp64.000 di tingkat ritel.

Sementara, mahasiswa asal Indonesia yang sedang mengambil studi di Singapura, Arfi Bambani, mempertanyakan harga SG$5 yang tertera pada beras kualitas premium asal Indonesia yang ia temui saat berbelanja. Beras dengan merek Topi Koki dalam kemasan 5 kg tersebut dibandrol dengan harga yang menurutnya lebih murah dibandingkan dengan rata-rata harga beras premium di Tanah Air.

“Saya beli beras Indonesia 5 kilogram seharga 5 dolar Singapura. Kalau dirupiahkan sekitar Rp55.000. Jelas ada yang salah dengan harga beras di Indonesia,” kicaunya pada Selasa (9/2/2021).

Saat dikonfirmasi, mahasiswa asal Indonesia yang tengah menempuh studi magister di National University of Singapore tersebut membenarkan pengalaman yang dia alami terjadi baru-baru ini. Dia menuturkan harga beras yang dia beli biasanya berada di kisaran SG$6 untuk kemasan 5 kg.

“Kemarin beli beras lagi. Mumpung ketemu yang murah. Biasanya sekitar 6 dolar, saingan sama beras Thailand yang biasanya segitu juga,” kata Arfi kepada JIBI, Rabu (10/2/2021).

Beras cap Topi Koki sendiri diproses dan didistribusi oleh PT Buyung Poetra Sembada Tbk. Berdasarkan penelusuran JIBI, emiten berkode HOKI tersebut memang melakukan ekspor beras ke Singapura sebanyak 1 kontainer atau setara 20 ton pada Maret 2020.

Investor Relation HOKI Dion Surijata menjelaskan beras yang diekspor merupakan beras kualitas premium dengan jenis pandan wangi. Pengiriman ke negara tetangga itu adalah aksi ekspor perdana yang dilakukan perusahaan.

Dion sekaligus membantah beras yang diekspor dijual dengan harga lebih rendah di luar negeri. Dengan bukti foto yang diambil tak lama setelah ekspor dilakukan, terlihat bahwa beras Cap Koki dijual SG$12,5 per kemasan 5 kg atau sekitar SG$2,5 per kg.

“Untuk harga di dalam negeri kami jual sesuai ketentuan HET. Sementara harga di ritel negara ekspor, seperti dalam foto adalah SG$12,5 untuk kemasan 5 kg,” jelasnya.

Terkait keterangan warga Indonesia yang mendapati harga jual beras merk Cap Koki yang cenderung lebih murah baru-baru ini, Dion menduga hal tersebut dilakukan sebagai bentuk promosi penghabisan stok dari peritel yang memasarkan karena ekspor yang dilakukan perusahaan hanya dilakukan sekali dan terjadi hampir setahun lalu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan nilai ekspor beras dengan kode HS 10063099 ke Singapura pada Maret adalah US$23.758 untuk volume pengiriman sebesar 20 ton, artinya rata-rata harga ekspor beras saat itu adalah US$1,18 per kg. Jika dikonversi dengan merujuk nilai tukar pada 20 Maret 2020 di mana rupiah berada di posisi Rp16.354 untuk setiap satu dolar Amerika Serikat, maka harga ekspor beras tersebut dibanderol sekitar Rp19.297 per kg.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia