Dana BOS Bisa Dipakai untuk Perbaikan Sekolah Rusak Akibat Bencana

Personel Brimob Polda Sulbar bersama petugas pemadam kebakaran Kabupaten Mamuju membersihkan lumpur di ruang kelas SD Kampung Baru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sabtu (2/3/2019). Banjir bandang yang menerjang wilayah kabupaten Mamuju menyebabkan 145 rumah dan dua sekolah di dua kecamatan rusak. (Foto ANTARA - Amirullah)
24 Januari 2021 14:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan perbaikan sekolah yang rusak akibat bencana dapat menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Jika tidak mencukupi, bisa dengan mengalihkan Dana Alokasi Khusus [DAK] fisik untuk menangani sekolah yang terdampak bencana, yang memang lebih memerlukan perhatian,” ujar Direktur Sekolah Dasar Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud Sri Wahyuningsih, dikutip Antara, Minggu (24/1/2021).

BACA JUGA : Baru Ada 2 Sekolah Aman Bencana di Jogja

Pemerintah daerah, katanya, juga diharapkan turut membantu perbaikan sekolah yang rusak akibat bencana. Di sisi lain, Kemendikbud mengusulkan prioritas perbaikan sekolah tersebut ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sebelumnya, Kemendikbud menyatakan sebanyak 103 satuan pendidikan rusak akibat gempa yang terjadi di Sulawesi Barat pada 14 Januari dan 15 Januari 2021.

Gempa tersebut memberikan dampak kepada 1.203 satuan pendidikan, 192.027 peserta didik, serta 16.620 pendidik, dan tenaga kependidikan yang berada di Provinsi Sulawesi Barat.

BACA JUGA : Duh, Baru Ada 11 Sekolah Siaga Bencana di Bantul 

Sementara di Kalimantan Selatan, sekolah yang mengalami kerusakan akibat banjir, yakni TK/PAUD sebanyak 606 sekolah, SD sebanyak 661, SMP sebanyak 112, SMA sebanyak 25, 7 SLB, dan 1 SMK.

Dia menambahkan Direktorat SD Kemendikbud sudah menyerahkan bantuan, yakni 5 tenda, perlengkapan sekolah untuk penyintas gempa di Sulawesi Barat sebanyak 200 paket, perlengkapan sekolah untuk penyintas banjir di Kalimantan Selatan sebanyak 300 paket, perlengkapan sekolah untuk penyintas longsor Sumedang sebanyak 100 paket, dan 5 tenda.

Dia berharap bantuan tersebut dapat menjaga semangat belajar siswa yang tertimpa musibah bencana.

Sumber : Antara