81 Orang Tewas Akibat Gempa Sulawesi Barat

Bangunan rusak akibat gempa bumi M6,2 di Sulawesi Barat. - Dok.BPBD Kabupaten Majene\\r\\n
18 Januari 2021 09:57 WIB Nancy Junita News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa M6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1/2021), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat di Provinsi Sulawesi Barat menjadi 81 orang.

Perinciannya, 70 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 11 orang di Kabupaten Majane, berdasarkan data pada Minggu (17/1/2021) pukul 20.00 WIB.

BACA JUGA : Kerugian Fisik & Ekonomi Gempa Sulbar Diperkirakan Capai Rp10,21 Triliun

BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, dan Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI - Polri, Basarnas serta relawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi masyarakat terdampak.

Selain itu, Pusdalops BNPB juga memutakhirkan data kerugian materil di Kabupaten Majene antara lain 1.150 unit rumah rusak yang masih dalam proses pendataan serta 15 unit sekolah terdampak.

BNPB juga telah menyalurkan bantuan logistik ke Kelurahan Malunda, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene berupa 140 dus mi instan dan 10 dus air mineral pada Minggu (17/1/2021), dikutip dari bnpb.go.id.

Sebelumnya, BNPB juga telah menyerahkan bantuan awal untuk operasional kebutuhan pokok penanganan gempa bumi Sulawesi Barat sebesar Rp4 miliar pada Sabtu (16/1/2021).

BACA JUGA : Rumah Rusak Akibat Gempa di Sulbar Bakal Dibantu Rp10 juta hingga Rp50 Juta

Bantuan tersebut diserahkan sebesar Rp2 miliar untuk Provinsi Sulbar dan masing-masing Rp1 miliar rupiah untuk Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

Selain itu, BNPB mendistribusikan 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pcs masker kain, 700 pak mi sagu dan 30 unit Genset 5 KVA.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia