Advertisement
Awas!! Jangan Terkecoh, Ada Situs Palsu Kartu Prakerja
Kolom pendaftaran pada laman prakerja.go.id, Sabtu (8/8/2020). Pemerintah kembali membuka pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 4 untuk menekan angka pengangguran dengan kuota untuk 800 ribu orang. - ANTARA
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Sebuah situs palsu Kartu Prakerja beredar dalam seminggu terakhir. Situs tersebut berisi informasi bahwa pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 12 telah dibuka.
"Pesan ini adalah hoax yang bermaksud mengelabui masyarakat dan mencuri data pribadi," kata Head of Communication Manajemen Pelaksana Program (PMO) Karu Prakerja Lousia Tuhatu, Senin (18/1/2021).
Advertisement
Alamat dari situs palsu tersebut yaitu http://dashboard.prakerja12.xyz/?gel=12. Hingga Minggu sore, pukul 17.21 WIB, situs ini masih bisa diakses dengan bebas.
BACA JUGA : Hanya Bisa Diakses Online, Kartu Prakerja Kurang
Selain itu, tertera jumlah orang yang mendaftar yang angkanya terus bertambah. Lalu di bawahnya, ada perintah untuk mengisi data dengan benar.
Louisa mengatakan situs resmi dari Kartu Prakerja adalah www.prakerja.go.id. Selain itu, pendaftaran Kartu Prakerja baru dibuka sampai gelombang 11.
Ia menyebut pembukaan gelombang 12 nantinya akan diumumkan melalui media dan media sosial resmi, baik Instagram atau Facebook dengan nama akun @prakerja.go.id.
Dengan beredarnya situs palsu ini, Louisa meminta masyarakat untuk berhati-hati. "[Berhari-hati] dalam memberikan data pribadi di situs yang tidak benar," kata dia.
BACA JUGA : Banyak Warga Tak Paham, Kartu Prakerja di Kota Jogja Sepi
Sebelumnya Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional Raden Pardede menyatakan pemerintah telah memastikan Program Kartu Prakerja akan dilanjutkan lagi pada tahun 2021. Anggaran yang disiapkan tidak berubah dari sebelumnya.
“Minimal semester pertama ini sudah akan jalan lagi dengan anggaran Rp10 triliun,” kata Raden.
Adapun skema program tersebut, menurut Raden, tidak akan berbeda dengan yang sebelumnya. Pemerintah akan memberikan pelatihan plus bantuan dana tunai.
Salah satu yang melatarbelakangi dilanjutkannya Program Kartu Prakerja ini adalah penilaian pemerintah bahwa selama pandemi Covid-19 belum sepenuhnya bisa ditangani. Dengan demikian, program bantuan sosial akan tetap ada karena masih dibutuhkan oleh masyarakat.
Sebaliknya, bila pandemi Covid-19 bisa ditangani, bantuan tersebut tidak akan diperlukan lagi. Program akan kembali seperti rencana awal, yaitu hanya pelatihan.
BACA JUGA : Pekerja Terdampak Diimbau Manfaatkan Kartu Prakerja
Raden menjelaskan bahwa sebetulnya dalam pelaksanaan program tersebut ada gabungan antara pelatihan dan juga ada bantuan sosial. "Masih begitu untuk semester pertama. Nanti kita lihat dengan semester kedua. Karena kita harus beradaptasi lagi,” ucapnya.
Pada 2020, Program Kartu Prakerja diberikan kepada sebanyak 5,59 juta peserta atau penerima manfaat. Total anggaran yang disediakan sekitar Rp20 triliun.
Program Kartu Prakerja di tahun 2020 berakhir di gelombang 11 dengan total pendaftar mencapai 43 juta orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Juan Pedro Franco, Mantan Manusia Terberat Dunia Meninggal
- Tanpa Kembang Api, Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi
- Trump Pertimbangkan Jual Jet Tempur F-35 ke Turki, Israel Waspada
- Trump Klaim 95 Persen Rencana Damai Rusia-Ukraina Telah Disepakati
- 46.207 Penumpang Tinggalkan Jakarta dengan Kereta Api Hari Ini
Advertisement
Advertisement
Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis
Advertisement
Berita Populer
- Awal 2026, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp70.500 per Kg
- Wisata Jogja Meningkat, Arie Sujito Soroti Risiko Sosial
- BPBD Bantul Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem
- Unik, Ini Negara yang Tak Sambut Tahun Baru Masehi
- Pemerintah Pastikan Tak Ada Impor Beras dan Gula 2026
- Prancis Kaji Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 Tahun
- Target PAD Pariwisata Bantul 2026 Turun Jadi Rp29 Miliar
Advertisement
Advertisement




