Nasabah Bank Bangkrut Diimbau Tenang, LPS Siap Menopang
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan pencabutan izin usaha salah satu bank bangkrut pada awal tahun ini.
Pesawat Sriwijaya Air menunggu persiapan penerbangan di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11/12)./JIBI-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, JAKARTA - Pesawat Sriwijaya Air dengan penerbangan SJ182 mengalami keterlambatan terbang atau delay, sebelum jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021). Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena memberikan pernyataan terkait keterlambatan tersebut.
Pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak tersebut hilang kontak 4 menit setelah lepas landas pada pukul 14.40 WIB dan diduga jatuh di sekitar dekat Pulau Laki, Kepulauan Seribu.
Pesawat tersebut semula dijadwalkan takeoff atau lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 13.25 WIB dan tiba di Bandara Supadio, Pontianak pada 15.00 WIB.
Baca juga: Pihak Keluarga Penumpang Sriwijaya Disediakan Fasilitas Hotel
Namun, akhirnya baru takeoff pada pukul 14.14 WIB dan semestinya tiba di Pontianak pada 15.50 WIB.
Terkait keterlambatan pesawat, Jefferson mengatakan hal tersebut bukan karena kerusakan, tetapi alasan alasan cuaca yang tidak mendukung.
"Delay akibat hujan deras, makanya ada delay 30 menit saat boarding," ungkapnya saat konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (9/1/2021).
Selain itu, dia juga menyampaikan bahwa pesawat tersebut layak terbang dan dinyatakan tidak mengalami kerusakan. Sebelum dikabarkan hilang kontak, pesawat ini sudah terbang ke Pontianak dan Pangkal Pinang.
Baca juga: Simak Kronologi Pesawat Sriwijaya SJ182 yang Hilang Kontak
Sriwijaya telah bekerja sama dengan Angkasa Pura II untuk menyediakan posko yang bertujuan memberikan pendampingan kepada pihak keluarga korban.
“Kami bekerja dengan koordinasi yang sangat erat dengan pihak terkait dalam pencarian pesawat SJ182 ini,” ungkap Jefferson.
Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menyebutkan pihaknya telah menyediakan posko di Bandara Soekarno-Hatta dan di Bandara Supadio.
"Di Bandara Soekarno-Hatta yang kami aktifkan ada dua titik, satu adalah emergency operation center, itu adalah pusat penanggulangan kondisi kedaruratan," kata Awal.
Kemudian, posko kedua ada di crisis center di Soetta. Posko ini merupakan koordinasi antar stakeholder dan titik pertemuan antara Sriwijaya Air dan keluarga korban.
Sementara itu, posko ketiga ada di Bandara Supadio, Pontianak, yang menjadi tujuan pesawat Sriwijaya SJ182. Adapun posko ini didirikan bersama dengan maskapai Sriwijaya Air. Posko crisis center di Bandara Soekarno-Hatta dan di Bandara Supadio akan beroperasi selama 24 jam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan pencabutan izin usaha salah satu bank bangkrut pada awal tahun ini.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.