Selat Hormuz Dibuka, Tekanan Industri Tekstil RI Belum Reda
Pembukaan Selat Hormuz bantu turunkan biaya energi, tapi industri tekstil Indonesia masih dibebani impor, gas mahal, dan utilisasi rendah.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus
Harianjogja.com, JAKARTA- Mitos terhadap virus corona terus berkembang dari waktu ke waktu. Hal ini pun tentunya meresahkan bahkan menyebabkan gangguan serius pada kesehatan fisik dan mental seseorang.
Mengenai hal ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lantas mematahkan sejumlah rumor atau mitos yang selama ini berkembang. Berikut daftarnya seperti dilansir dari Times of India, Jumat (8/1/20201) :
1. Virus dapat ditularkan melalui gelombang radio atau jaringan seluler
Banyak rumor yang mengklaim penyebaran virus corona melalui gelombang radio dan jaringan seluler beredar di kalangan masyarakat baru-baru ini. Namun WHO menjelaskan dan menyatakan itu sebagai informasi yang salah.
"Covid-19 menyebar melalui tetesan pernapasan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara," tegas WHO dalam pernyataannya.
2. Menahan napas selama 10 detik dapat menentukan apakah Anda terinfeksi atau tidak
Klaim palsu dan tidak akurat tertangkap beredar di antara orang-orang dalam bentuk pesan teks selama masa kritis ini. Informasi yang salah menyatakan bahwa menahan nafas selama 10 detik dapat menentukan apakah seseorang terinfeksi atau tidak.
WHO menegaskan cara terbaik untuk memastikan apakah Anda memiliki virus yang menghasilkan penyakit Covid-19 adalah dengan tes laboratorium.
3. Mandi air panas akan mencegah penularan COVID-19
Sementara suasana ketakutan dan kepanikan terus meningkat, orang-orang telah menemukan pengobatan rumahan yang berbeda, yang mungkin membantu dalam beberapa hal tetapi tidak menyembuhkan atau mencegah Covid-19 dengan cara apa pun.
Salah satunya adalah keyakinan bahwa mandi air panas dapat mencegah tertular COVID-19.
WHO membatalkan klaim ini dan malah meminta masyarakat untuk membersihkan dan mensterilkan tangan mereka, jika mereka ingin mencegah tertular virus.
4. Minum alkohol dapat menangkal Covid-19
Meskipun kandungan alkohol dalam disinfektan dan pembersih tangan dapat melindungi dan mencegah Anda tertular Covid-19, tidak ada cara meminum alkohol dapat menangkal virus mematikan tersebut. Sebaliknya, WHO mengatakan bahwa penggunaan alkohol yang berbahaya dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan Anda.
5. Suplemen vitamin dan mineral dapat menyembuhkan Covid-19
Dengan dimulainya virus corona baru, orang-orang telah meningkatkan asupan suplementasi mikronutrien, berpikir bahwa itu akan mencegah virus mematikan mempengaruhi mereka. Sementara vitamin dan mineral yang berbeda membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, belum ada klaim kuat bahwa suplemen ini benar-benar dapat menyembuhkan penyakit.
6. Covid-19 tidak dapat menyebar di iklim panas dan lembab
Menurut WHO paparan suhu tinggi dapat melindungi Anda dari Covid-19. Namun, tidak ada jaminan bahwa Anda tidak akan tertular virus. Sudah banyak laporan yang menyatakan penyebaran virus di daerah dengan suhu yang sangat panas.
7. Makan bawang putih mencegah Covid-19
Bawang putih memiliki khasiat antimikroba yang dapat membantu menyembuhkan penyakit. Namun, terkait Covid-19, tidak ada bukti yang dapat menyembuhkan atau mencegah virus mematikan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pentagon menyiapkan opsi operasi militer tiga hari terhadap Iran. Trump menyebut negosiasi masih berlangsung, sementara Teheran mengajukan proposal perdamaian.
Google Cloud memperkenalkan agen AI Gemini yang bisa membantu mengolah informasi, membuat konten, coding, hingga mengelola pekerjaan bisnis.
DPRD Kota Jogja mendorong WJNC digelar rutin setiap 7 Oktober agar menarik wisatawan mancanegara dan meningkatkan lama tinggal.
Suzuki membukukan penjualan ritel 54.179 unit hingga September 2026. New Carry menjadi kontributor terbesar dengan sumbangan 55%.
Gunungkidul masih kekurangan 936 guru SD-SMP. Disdik menyebut pemenuhan tenaga pendidik bergantung pada anggaran dan kebijakan pusat.