Advertisement

Jokowi Lantik Menteri KKP Pengganti Edhy Prabowo, Ini Reaksi Susi Pudjiastuti

Ika Fatma Ramadhansari
Kamis, 24 Desember 2020 - 13:57 WIB
Budi Cahyana
Jokowi Lantik Menteri KKP Pengganti Edhy Prabowo, Ini Reaksi Susi Pudjiastuti Susi Pudjiastuti - JIBI/Bisnis.com/Nurul Hidayat

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengangkat Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Edhy Prabowo yang terjerat kasus korupsi. 

Sebelumnya, netizen ramai mengungkapkan bahwa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti cocok untuk kembali memimpin KKP.

Presenter Mata Najwa, Najwa Shihab, pun menanyakan hal tersebut kepada Susi Pudjiastuti. Hasil wawancara tersebut diunggah dalam YouTube Najwa Shihab berjudul "Gelap Terang 2020: Soal Korupsi Lobster, Susi: Saya Tidak Kaget".

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Terkait isu-isu sensitif ini Susi banyak merespon dengan ungkapan "no comment" di wawancara virtual yang dilakukan dari kediamannya di Pangandaran, Jawa Barat.

Melalui potongan video berdurasi 12 menit ini, Susi kemudian mengaku tidak kaget dengan kasus korupsi yang terjadi di KKP. Dia sendiri mengaku saat menjadi menteri sempat ditawari sebesar Rp5 triliun agar urusan-urusan ilegal seputar kelautan dan perikanan bisa dilancarkan.

Susi pun mengungkapkan turut berduka dan prihatin atas kasus korupsi yang mendera KKP yang menurutnya memang berkeliaran terus di dalam kementerian.

"Saya no comment saja Najwa, itu proses hukum biar saja belaku. Tapi, ya kaget? Tidak. You remember? Dulu saya ditawari Rp5 triliun, saya tidak mau," ungkapnya dikutip pada Kamis (22/12/2020).

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) beberapa bulan ke belakang ini menjadi sorotan masyarakat. Bukan karena prestasinya, melainkan karena menterinya Edhy Prabowo tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sejalan dengan itu, peraturan mengenai penjualan ekspor benih lobster atau benur pun menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat. Pasalnya, kebijakan itu hanya menguntungkan eksportir bukan nelayan lobster.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Ratusan Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta Terima Beasiswa Pendamping PKH

Sleman
| Minggu, 25 September 2022, 23:37 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement