OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Gibran Rakabuming Raka/Antara-Aprilio Akbar
Harianjogja.com, SOLO--Kasus dugaan korupsi bansos yang menyeret anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka ditanggapi tim sukarelawan.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) sebagai organisasi sukarelawan pemenangan Jokowi meyakini Gibran Rakabuming Raka tidak terlibat kasus dugaan korupsi bansos Kemensos.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum DPP Jaman, Iwan Dwi Laksono, dalam siaran pers yang diterima Solopos.com-jaringan Harianjogja.com pada Selasa (22/12/2020). Jaman juga mendukung Gibran sebagai cawali Solo di Pilkada 2020 ini.
“Jaman mengecam keras kabar yang menyudutkan cawali Solo Gibran Rakabuming Raka,” ujar dia.
Menurut Iwan kabar keterlibatan Gibran dalam kasus dugaan korupsi bansos merupakan upaya pembunuhan karakter.
Arahnya untuk menggiring opini masyarakat dan menjatuhkan kewibawaan Presiden Jokowi. Dia mendesak aparat penegak hukum segera mengambil tindakan.
“Sebab ini jelas menggiring opini publik,” imbuh dia.
Iwan mengapresiasi respons cepat Gibran yang tegas membantah terlibat dalam program korupsi dana bansos. Bahkan suami dari Selvi Ananda itu menantang pihak-pihak terkait membuktikan tuduhan itu.
“Kami tahu betul Pak Jokowi sangat keras mendidik anak-anaknya agar bisa mandiri dan menjaga nama baik keluarga. Dan selama ini kita tahu bersama sepak terjang Gibran sebagai pekerja keras yang mandiri,” tandas dia.
Selama Jokowi menjadi presiden, Iwan mengatakan tidak ada anak-anaknya yang mengambil keuntungan untuk kepentingan pribadi. Ketiga anak Jokowi menurut dia selalu bekerja secara mandiri di bidang masing-masing.
Lebih jauh Iwan mengingatkan media massa agar tidak menyalahartikan azas kebebasan pers di negeri ini. Media massa harus selalu berpedoman kepada fakta atau objektivitas, netralitas, serta narasumber yang jelas.
Jangan sampai media malah ikut menyebarkan hoaks yang selama ini menjadi musuh bersama bangsa ini.
“Hoaks harus kita perangi bersama karena sudah sangat merugikan banyak pihak di negara ini,” terang dia.
Diberitakan Solopos.com sebelumnya Gibran Rakabuming Raka dibuat geram dengan pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan kasus dugaan korupsi bansos Kemensos. Dia dituding terlibat dalam kasus tersebut.
Gibran disebut telah merekomendasikan pengadaan goodie bag atau tas bansos dari Kemensos ke PT Sritex. Dia menyatakan tudingan kepadanya tidak berdasar.
“Silakan dibuktikan. Saya enggak takut,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.