Cerita Bocah 9 Tahun Jalani Isolasi Sendirian di Rumah

Irene Mardalenta Gea dan pamannya, Amoni Zeboa, menjalani isolasi mandiri di rumah mereka di Perumnas Kalinegoro, Desa Kalinegoro, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Minggu (20/12/2020). - Harian Jogja/Nina Atmasari
23 Desember 2020 15:07 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG—Irene Mardalenta Gea tidak lagi sendiri di rumahnya. Pamannya sudah pulang. Sebelumnya, bocah perempuan sembilan tahun sempat sendirian di rumahnya, di RT01/RW05, Perumnas Kalinegoro, Desa Kalinegoro, Mertoyudan, Kabupaten Magelang karena nenek dan pamannya di rumah sakit. Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Nina Atmasari.

Iren makan dengan lauk ayam goreng kesukaannya sambil menonton televisi pada Minggu (20/12/2020) siang. Pamannya, Amoni Zeboa, 31, menemaninya. Sebelumnya, Iren sempat sendirian di rumahnya karena ditinggal pamannya menemani sang nenek, Siti Zama, 56, di rumah sakit.

Pada Senin (14/12/2020) lalu, nenek sakit gigi dibarengi dengan asam lambung naik dan sempat sesak napas, sehingga dibawa ke RSU Tidar Kota Magelang. Saat itu, Iren ikut ke rumah sakit karena tidak ada yang menemani di rumah. Di rumah itu mereka tinggal bertiga.

Sehari semalam Iren bersama pamannya menunggui sang nenek. "Namun di rumah sakit mereka diperingatkan petugas, sebab penunggu hanya boleh satu orang. Apalagi Iren masih anak-anak, jadi disuruh pulang," jelas istri Kepala Desa Kalinegoro, Yuyun Aimatussarifah, saat mengunjungi Iren, Minggu.

Iren pun diantar pulang pada Selasa (17/12/2020). Selama dua malam, bocah Kelas III SD Kalinegoro 3 itu terpaksa tinggal sendirian di rumahnya. Iren diharuskan menjalani isolasi mandiri, karena neneknya suspect Covid-19, dan masih menunggu hasil swab.

Selama dua hari di rumah sendiri, Iren menaati prosedur isolasi mandiri dengan tidak keluar rumah. Semua aktivitas dilakukannya sendiri.

"Enggak takut, di rumah belajar aja, kalau capek tidur, terus makan," katanya.

Setiap selesai makan, Iren mencuci piring sendiri. Sebelum tidur, ia pun tahu harus mengunci semua pintu rumahnya. Di malam hari, ia mengaku tidak terbangun dan baru bangun pada pagi harinya.

"Cuci piring sendiri, tapi enggak ada yang nyuci baju," kata bocah yang mengaku bercita-cita menjadi pendeta tersebut.

Kondisinya menimbulkan simpati dari warga sekitar. Bantuan untuk Iren berdatangan. Menerapkan prinsip Jogo Tonggo, mereka memberi makanan dan kebutuhan Iren, sehingga untuk makan, ia tidak kesulitan apalagi kekurangan. Warga yang memberikan makan biasanya akan menggantungkannya di pagar depan rumah.

Bahkan, tak disangka, setelah melihat kondisi rumah Iren, ada yang memberi bantuan televisi. Kini Iren bisa menonton televisi di rumahnya.

Adapun Amoni, kini lega sudah bisa menemani keponakannya di rumah. Selama Iren di rumah sendiri, ia terus memikirkan keponakannya. Setelah meminta izin petugas rumah sakit, akhirnya ia diperbolehkan pulang pada Kamis (18/12/2020).

Menurutnya, sang ibu sudah ditangani petugas medis di rumah sakit. "Saya dibolehkan pulang untuk menemani Iren. Ibu [Siti Zama] di rumah sakit bersama perawat. Saya dan Iren menjalani uji swab Senin [21/12/2020] di puskesmas," jelasnya.

Yuyun menjelaskan Iren adalah yatim piatu. Ibunya sudah meninggal dunia karena luka bakar di kampung halaman mereka di Pulau Nias. Iren dan kakaknya yang berusia 12 tahun serta adiknya yang berusia delapan tahun sempat ikut ayahnya. Demi membantu meringankan beban, Amoni membawa ibunya serta mengajak Iren ikut bersamanya merantau di Magelang.

Sudah dua tahun Iren dan neneknya ikut Amoni di Kalinegoro. Mereka mengontrak rumah Rp3 juta per tahun. Amoni sehari-hari bekerja menjadi teknisi pemasang instalasi pemanas air. Adapun Siti Zama, setiap hari membuat kue bolang-baling yang kemudian ia jual keliling kampung tersebut naik sepeda. "Kadang Iren ikut di belakangnya jalan kaki, daripada tinggal di rumah sendiri," jelas Yuyun.

Kepala Desa Kalinegoro, Hajid Mulyono, mengaku sudah lega sebab Iren kini sudah ada yang menemani di rumah. Meski demikian, ia bersama petugas dari desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Kalinegoro setiap hari mengunjungi keluarga tersebut untuk memastikan kondisi mereka baik-baik saja dan tercukupi kebutuhannya.

"Kami dari pemerintah desa sudah memberikan bantuan sembako untuk keluarga tersebut. Bantuan lain juga terus mengalir dalam berbagai bentuk. Untuk kebutuhan makan, Jogo Tonggo di sini berjalan lancar jadi warga sekitarnya bergantian memberi bantuan," jelasnya.