Advertisement
Daftar Tunggu Haji di Provinsi Ini Hingga 43 Tahun
Polisi wanita atau polwan diterjunkan mengawal prosesi ibadah haji di Mekah, Arab Saudi. - arabnews
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menyatakan antusiasme masyarakat di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam melaksanakan rukun Islam kelima yakni berhaji sangat tinggi dan terbukti dengan lamanya daftar tunggu haji hingga 43 tahun.
"Antusiasme masyarakat di Sulsel untuk berhaji itu sangat tinggi. Daftar tunggu jamaah haji di Sulsel paling lama se-Indonesia yakni 43 tahun," ujar Zainut Tauhid Sa'adi usai meresmikan 15 bangunan Balai Nikah dan Manasik Haji di Makassar, Jumat.
Advertisement
Ia mengatakan, peresmian bangunan balai nikah dan manasik haji di 15 kabupaten di Sulsel itu diharapkan mampu meningkatkan pelayanan Kementerian Agama (Kemenag) terhadap masyarakat.
Zainut menyatakan, Kantor Urusan Agama (KUA) di setiap kecamatan merupakan garda terdepan sekaligus wajah Kementerian Agama di tengah-tengah masyarakat.
BACA JUGA
Karena itu, ia berharap setiap pegawai Kemenag bisa menjaga dan memelihara dengan baik semua aset tersebut dan memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk melaksanakan fungsi pelayanan kepada umat.
"Sebab Di KUA itulah awal manusia mengenal surga dunia, dan menjadikan sesuatu yang haram menjadi halalan toyyibah," katanya.
Sebelumnya, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan menyatakan daftar tunggu jamaah calon haji (JCH) di Sulsel berdasarkan data terbaru pada 2020 hingga 43 tahun.
Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Sulsel Kaswad Sartono mengatakan tingginya minat masyarakat khususnya kaum Muslimin untuk menunaikan salah satu rukun Islam ini sangat besar. Bahkan daftar tunggunya hingga 43 tahun.
"Untuk daftar tunggu (waiting list) di Sulsel itu 43 tahun. Animo warga untuk berhaji tiap tahun terus meningkat," ujarnya.
Kaswad Sartono mengatakan lamanya antrean untuk naik haji itu menjadi potensi bagi anggota Kesatuan Travel Haji dan Umroh Republik Indonesia (Kasthuri) untuk menyelenggarakan ibadah umroh.
Kaswad menyatakan jika melihat fenomena pemberangkatan, ia mendukung program haji milenial atau haji muda, yaitu daftar haji sejak usia dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
Advertisement
Sleman Perluas Trayek Bus Sekolah di Kalasan, Target Mei 2026
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Polda DIY Cek Kesiapan Arus Balik, Ini Hasilnya
- Dua Wisatawan Terseret Arus Rip Current di Pantai Drini
- Tahan Godaan Opor, Kapten PSIM Reva Pilih Tetap Disiplin Jaga Fisik
- Eks Menara Kopi Kotabaru Mulai Ramai Bus Pariwisata
- Satpol PP Masih Temukan Wisatawan Merokok dan Otoped di Malioboro
- Omzet Penjual Salak Jalan Jogja Solo Turun 40% Akibat Macet
- Kadin Ingatkan WFH Satu Hari Tidak Bisa Berlaku Bagi Semua Sektor
Advertisement
Advertisement







