Advertisement
Kasus Kematian Akibat DBD di Kulonprogo Bertambah
Rabu, 09 Desember 2020 - 12:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Ilustrasi - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO--Dinas Kesehatan Kulonprogo kembali menemukan satu kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di kabupaten ini. Dengan tambahan itu maka total kematian akibat DBD selama 2020 menjadi 3 kasus.
Kepala Dinkes Kulonprogo, Sri Budi Utami mengatakan kasus kematian ini sama seperti dua kasus sebelumnya, yaitu menimpa anak-anak.
"Iya kasus terbaru ini juga menimpa anak-anak sehingga saat ini total sudah ada tiga kasus kematian akibat DBD," ujarnya kepada wartawan, Selasa (8/12/2020).
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kulonprogo Baning Rahayuhati, mengatakan kematian ini disebabkan karena keterlambatan penanganan. Apabila tiga kasus itu segera diketahui penyakitnya dan dirawat oleh tenaga medis, besar kemungkinan nyawa mereka bakal tertolong.
"Kalau segera ditangani kan jelas perawatannya bagaimana, nah yang kasus kemarin itu ternyata tidak ke dokter, hanya di rumah saja, baru ketahuan ketika sudah fase kritis hingga akhirnya meninggal dunia," ucapnya.
Dijelaskan walaupun DBD bisa sembuh dengan sendirinya, penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dari gigitan nyamuk betina Aedes aegypti ini tetap berisiko menyebabkan kematian. Setelah tergigit nyamuk, seseorang dapat mengalami beberapa gejala DBD setelah masa inkubasi virus dengue selesai.
Masa inkubasi DBD adalah rentang waktu yang diperlukan dari saat nyamuk menggigit dan memasukkan virus dengue ke dalam tubuh seseorang hingga orang tersebut mengalami gejala DBD. Selama masa inkubasi yang berlangsung 4-7 hari, virus DBD akan memperbanyak diri di dalam tubuh inangnya.
Adapun gejala penyakit ini berawal dari demam tinggi hingga mencapai sekitar 40°Celsius, sakit kepala berat, nyeri pada bagian belakang mata, muncul bintik-bintuk kemerahan di kulit, mual dan muntah serta nyeri otot dan persendian.
Baca juga: 6 Anggota FPI Ditembak Mati Polisi, Mantan Waka BIN: Ada Misi Khusus Atau Kecerobohan Petugas
Pasca 3-7 hari sejak gejala pertama kali muncul, tubuh akan terasa membaik. Demam pun akan turun sendiri dengan suhu tubuh menjadi di bawah 38°C. Akan tetapi masa ini justru merupakan fase kritis DBD yang bisa menimbulkan komplikasi berbahaya, yakni perdarahan. Jika tidak segera tertangani, risiko terbesar adalah kematian.
Adapun untuk Dinkes Kulonprogo mencatat hingga minggu ke 48 atau akhir November 2020, sudah ada sedikitnya 322 kasus DBD di Kulonprogo. Jumlah ini naik dibandingkan tahun lalu di periode yang sama yaitu sebanyak 296 kasus. Kenaikkan jumlah penderita DBD ini tak lepas dari faktor cuaca yang mana saat ini sedang musim penghujan. Alhasil bermunculan genangan yang menjadi sarang nyamuk baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Cek Lur! Jadwal KA Prameks Kutoarjo-Jogja Hari Ini, Sabtu 21 Maret
Jogja
| Sabtu, 21 Maret 2026, 03:37 WIB
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KA Bandara YIA Jumat 20 Maret 2026
- Maxride Apresiasi 20 Driver Terbaik di Jogja, Dorong Kualitas Mitra
- Hasil Liga Europa: Nottingham Forest dan Celta Vigo ke Perempat Final
- KAI Siapkan Empat Jadwal KA Prameks Jogja Kutoarjo Jumat Ini
- Prakiraan Cuaca Hari Ini: Hujan Dominasi Seluruh Kabupaten di DIY
- KA Prameks Kutoarjo Jogja Operasikan Empat Perjalanan pada Jumat
- Jenazah Bos Jarum Akan Disemayamkan di Jakarta dan Kudus
Advertisement
Advertisement








