Mengenal Tiga Karakter Utama Anak Muda Indonesia di Era Digital
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menyerahkan bantuan Bantuan Sosial kepada Masyarakat Berupa Uang yang Bersumber dari APBD Kota Magelang Tahun 2020 di Pendopo Pengabdian, Jumat (4/12/2020). /Ist-Dok Prokompim Pemkot Magelang
Harianjogja.com, MAGELANG - Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang, Wawan Setiadi menyatakan bantuan sosial yang bersumber dari APBD Kota Magelang dipastikan tidak akan berulang atau dobel diberikan kepada masyarakat.
“Hal ini agar tidak terjadi kesenjangan sosial di tengah masyarakat, apalagi masih dalam suasana pandemi Covid-19,” kata Wawan, pada acara Penyerahan Bantuan Sosial kepada Masyarakat Berupa Uang yang Bersumber dari APBD Kota Magelang Tahun 2020 di Pendopo Pengabdian, Jumat (4/12/2020).
Ia menjelaskan secara ketentuan memang tidak diperbolehkan, kalau penerima bantuan menerima lebih dari satu atau dobel. Berdasarkan data, jumlah yang terlampir pada APBD Tahun 2020 serta tercantum pada Surat Keputusan (SK) Wali Kota Magelang No. 900/36/122 Tahun 2020 sebanyak 850 orang.
Baca juga: Survei Kemenhub: Libur Akhir Tahun Ini Bakal Sepi Pemudik
Namun demikian, yang direalisasikan hanya sebanyak 50 orang saja, dengan jumlah dana sebesar Rp90,9 juta. Hal ini menyusul setelah ada seleksi dan kroscek dengan penerima bantuan tunai lainnya, terutama bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Wawan juga memastikan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan saran dan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Penyerahan bantuan ini juga setelah ada verifikasi dan pertimbangan atas saran dan rekomendasi dari BPK pada saat audit intern kemarin," ujarnya.
Baca juga: Pasien Covid-19 Tetap Bisa Nyoblos, Kalau Pasien Kritis Bagaimana? Begini Kata KPU
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito secara simbolis kepada perwakilan penerima. Sigit berpesan kepada para penerima bantuan agar bantuan dimanfaatkan dengan bijaksana.
"Hanya saya ingin berpesan, di tengah-tengah pandemi, ekonominya menurun, semoga tetap semangat, tetap sehat. Bantuan yang diberikan dimanfaatkan dengan baik, terutama untuk meningkatkan ekonomi bagi keluarga," pesan Sigit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
Gerakan tersebut diwujudkan melalui implementasi aplikasi STUPA, yaitu layanan keuangan digital berbasis aplikasi uang elektronik.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.