Mengejutkan! Ini Isi Pesan SBY buat Trump soal Pilpres AS

Joe Biden dan Donald Trump bersaing keras meraup suara terbanyak di Pilpres AS 2020. - Istimewa
29 November 2020 08:57 WIB Rio Sandy Pradana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Belum lama ini, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebutkan beberapa hal yang bisa dilakukan oleh Donald Trump pada akhir masa baktinya sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).

SBY berpendapat Trump harus memiliki orientasi yang jelas dan gigih dalam melaksanakan tugas, tanggung jawab, dan kewajibannya. Salah satunya adalah kepemimpinannya dalam upaya penanganan Covid-19.

"Amerika menurut saya menjadi contoh yang tidak sukses dalam menangani pandemi Covid-19 ini. Kalau Trump segera melakukan itu dengan sekuat tenaga, akan bagus legacy Trump di akhir masa baktinya," kata SBY yang dikutip melalui tayangan video yang diunggah lewat akun Facebook @SBYudhoyono, Sabtu (28/11/2020).

Selanjutnya, ujar SBY, adalah sektor pemulihan perekonomian. Perlu dilakukan langkah-langkah yang serius dalam prosesnya oleh Trump.

Terakhir, SBY mengingatkan soal pentingnya transisi kepemimpinan. Trump dinilai harus bisa menerima kekalahan dan mempersilakan Joe Biden untuk mempersiapkan pemerintahannya.

"Trump, bagaimanapun, sesedih apapun, harus membuka jalan. Ngasih karpet merah kepada Joe biden untuk mempersiapkan pemerintahannya, sehingga 20 Januari tahun depan, betul-betul sudah siap. Tentu ini baik untuk bangsa AS secara keseluruhan," tuturnya.

Sementara, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembagian vaksin Covid-19 akan dimulai paling cepat pada pekan depan. Hal itu dikatakannya dalam sebuah acara telekonferensi dengan tentara AS di luar negeri seperti dikutip FoxNews.com, Jumat (27/11/2020).

"Seluruh dunia menderita dan kami sedang mengalami hal yang sama," ujar Donald Trump. Dia menambahkan bahwa vaksin akan dibagikan minggu depan atau minggu berikutnya.

Vaksin tersebut akan diberikan kepada tenaga medis dan lansia. Namun, tidak disebutkan vaksin apa yang akan digunakan oleh AS.

Sumber : bisnis.com