Australia Selatan sempat Lockdown Gegara Tukang Pizza Berbohong

Ilustrasi. - Freepik
22 November 2020 05:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, ADELAIDE- Australia Selatan dibuat heboh akibat ulah seorang tukang pizza di Adelaide, Australia. Orang tersebut memberikan informasi bohong terkait dirinya yang tertular Covid-19 melalui sekotak pizza.

Menyadur CNN Sabtu (21/11), Komisaris Polisi Australia Selatan Grant Stevens mengatakan seseorang mengaku di Woodville Pizza Bar di Adelaide untuk mengambil pizza yang dibawa pulang sebenarnya adalah seorang karyawan yang kerja di sana.

Pihak berwenang sebelumnya menyimpulkan bahwa jenis Covid-19 ini sangat menular, dengan asumsi orang tersebut telah tertular meskipun dalam periode paparan yang sangat singkat.

Baca juga: Produk Senilai Jutaan Dolar Raib Setelah Truk Apple Dibajak

Australia Selatan diisolasi pada Rabu setelah lusinan penularan kasus dilaporkan secara lokal untuk pertama kalinya sejak April. Bar pizza telah diidentifikasi sebagai hotspot Covid-19.

"Pelacak kontak kesehatan SA menemukan bahwa salah satu kontak dekat yang terkait dengan Woodville Pizza Bar sengaja menyesatkan tim pelacakan kontak."

"Kami sekarang tahu bahwa mereka berbohong," kata Perdana Menteri Steven Marshall sambil mencabut aturan lockdown lebih awal.

Mulai Sabtu tengah malam, aturan tinggal di rumah negara bagian akan dicabut, dan warga Australia Selatan akan diizinkan untuk berolahraga di luar ruangan dan kembali ke pembatasan sebelumnya.

Baca juga: Harga Fantastis, Ini Deretan Motor Honda Termahal di Indonesia

Perdana menteri dan komisaris polisi membela keputusan untuk melakukan lockdown dan mengatakan itu adalah keputusan yang tepat berdasarkan informasi yang mereka miliki pada saat itu. Orang yang berbohong tidak akan didenda atau dihukum, tambah Stevens.

Marshall menambahkan bahwa pihak berwenang sekarang sedang bekerja untuk mengidentifikasi dan menemukan sekelompok rekan karyawan lainnya.

Negara bagian telah menutup sekolah, pub, kedai kopi, dan olahraga luar ruangan. Hanya layanan penting, seperti supermarket, fasilitas medis, dan transportasi umum, yang tetap buka.

"Ini berdampak besar pada komunitas kami," kata Stevens.

"Kehidupan orang-orang telah berubah sebagai akibat dari informasi yang membawa kami ke suatu tindakan yang sekarang tidak diperlukan dalam keadaan tersebut. Kami sekarang mengambil tindakan untuk mengubahnya."

Sumber : Suara.com