Advertisement
Australia Beri Utang Rp15,3 Triliun untuk Indonesia
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan dalam seminar Indonesia Economic & Investment Outlook 2020 di Jakarta, Senin (17/2/2020). - JIBI/Bisnis.com/Himawan L Nugraha
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah Australia meminjami pemerintah Indonesia A$1,5 miliar atau Rp15,3 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19.
kesepakatan ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memberikan pernyataan terkait kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Australia dalam menanggulangi pandemi Covid -19.
Advertisement
"Ini adalah salah satu dukungan yang sangat kami hargai," kata Sri Mulyani, Kamis (12/11/2020).
Pinjaman bilateral dari Australia tersebut, menurut Sri Mulyani, benar-benar memberi ruang untuk bermanuver serta mendiversifikasi risiko fiskal.
Artinya dengan pinjaman itu, pemerintah tidak hanya dapat mengatasi Covid-19, membantu orang, membantu komunitas bisnis, usaha kecil menengah, tetapi juga menjaga keamanan dan kesinambungan fiskal nasional.
Sri Mulyani menekankan bahwa pandemi menjadi tantangan bukan hanya bagi pemerintah Indonesia, tetapi pemerintahan di negeri jiran lainnya. Dalam konteks itu, lanjut dia, hubungan kerja sama dan kemitraan dengan Australia merupakan sesuatu yang perlu diapresiasi.
Kemitraan tersebut tidak hanya menunjukkan hubungan antara Australia dan Indonesia yang sangat kuat tetapi juga pemahaman sebagai negara tetangga.
"Kami memiliki tujuan bersama untuk memulihkan dan memperkuat karena kita tidak bisa sembuh sendiri dengan pandemi Covid ini," jelasnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
Satu Sopir Tak Laik Mengemudi, Hasil Tes di Terminal Giwangan
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Nilai Buyback Justru Merosot
- Gudang Sampah di Bantul Terbakar Akibat Ditinggal Beli Makan
- Mercedes Diminta Tak Jemawa Usai Dominasi GP Australia dan China
- Jadwal KSPN Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Ndrini 26 Maret
- Sampah Lebaran Sleman: Volume TPST Turun, Waspada Lonjakan 15 Persen
- OJK dan Bareskrim Polri Tangkap Tersangka Pidana Perbankan BPR DCN
Advertisement
Advertisement







