Advertisement
Klaten Segera Tetapkan Tanggap Darurat Merapi
Penampakan Gunung Merapi dari Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Jumat (6/11/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Advertisement
Harianjogja.com, KLATEN -- Pemkab Klaten segera menetapkan status tanggap darurat bencana Gunung Merapi menyusul ada peningkatan status Merapi dari level waspada ke siaga.
Berdasarkan informasi yang JIBI/Solopos himpun, Minggu (8/11/2020), surat keputusan terkait penetapan status tanggap darurat bencana Merapi itu masih dalam proses.
Advertisement
BACA JUGA : Erupsi Merapi: Monyet Mulai Turun, Barang Berharga
Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sip Anwar, mengatakan setelah keluar keputusan penetapan tanggap darurat, penanganan siaga Merapi bisa memanfaatkan belanja tidak terduga (BTT).
Soal anggaran BTT dari Pemkab Klaten untuk tanggap darurat Merapi, Sip Anwar memastikan masih mencukupi meski sebagian sudah terpakai untuk penanganan Covid-19.
”Ketika nanti dari Pak Pjs Bupati sudah menyatakan masuk ke tanggap darurat, bisa menggunakan dana BTT. Kan masih cukup. [Angka] pastinya saya belum menghitung karena sebagian memang sudah terpakai untuk Covid-19,” kata Sip Anwar, Sabtu (7/11/2020) malam.
BACA JUGA : Mulai Khawatir, Puluhan Warga Lereng Merapi di Sleman
Sip Anwar menyebut Rp180 miliar yang menurut perkiraannya masih ada pada pos BTT, bahkan lebih. Yang jelas, ia menegaskan angkanya masih mencukupi.
Kebutuhan Logistik Pengungsi
Sip Anwar menjelaskan dana BTT Pemkab Klaten itu bisa untuk mencukupi kebutuhan logistik pengungsi dari lereng Merapi. Selain itu, sebagian anggaran BTT bisa untuk membuat sekat atau pembatas antarpengungsi dalam barak pengungsian, tempat pengungsian sementara, maupun tempat pengungsian akhir.
BACA JUGA : Erupsi Merapi: Monyet Mulai Turun, Barang Berharga
Hal itu sebagai bagian protokol kesehatan mencegah persebaran Covid-19. “Mudah-mudahan pimpinan menyetujui karena sesuai instruksi harus mengacu protokol kesehatan. Pencegahan Covid-19 harus kami jaga juga, jangan sampai terjadi permasalahan [muncul klaster],” kata Sip Anwar.
Berdasarkan data Pemkab Klaten, ada sekitar sembilan dukuh yang tersebar di tiga desa Kecamatan Kemalang yang masuk daerah rawan bahaya erupsi Gunung Merapi.
Tiga desa itu yakni Desa Balerante, Desa Sidorejo, serta Desa Tegalmulyo. Dari ketiga desa itu, sudah ada evakuasi sebagian warga yang masuk kategori kelompok rentan dari dua desa yakni Balerante dan Tegalmulyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Mendadak Ambruk di Kapal, Nelayan Pekalongan Tewas di Laut Gunungkidul
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
Advertisement
Advertisement








