Adik Hilang, Suami Selamat, Tangis Keluarga Korban Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.
Kembaran bulan/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA – Astronom di Inggris mengklaim menemukan asteroid yang menyerupai Bulan bersembunyi di belakang Mars, dan meyakini bahwa asteroid itu bisa menjadi pendamping yang telah lama hilang dari satu-satunya satelit alami yang kita miliki yaitu bulan.
Anomali astronomi tersebut diketahui telah terbentuk miliaran tahun yang lalu pada masa-masa awal tata surya. Astronom dari Armagh Observatory and Planetarium (AOP) di Irlandia Utara telah melacak objek tersebut masuk kedalam suatu kelompok yang disebut asteroid Trojan yang berbagi orbit dengan Mars. Trojan adalah semua benda luar angkasa yang kebetulan berbagi orbit Matahari dengan planet atau bulan.
Dan asteroid Trojan, secara khusus, sangat menarik bagi para ilmuwan karena mereka merupakan bahan sisa dari waktu pembentukan planet.
Badan antariksa AS yaitu NASA, misalnya, telah memberi julukan asteroid tersebut sebagai "kapsul waktu dari kelahiran tata surya kita" karena mereka dapat menawarkan informasi tentang bagaimana planet dilahirkan.
Mayoritas Trojan di sistem kita ditemukan di dua awan yang mengorbit Matahari bersama dengan Jupiter. Tetapi para astronom Inggris tertarik untuk mempelajari apakah ada Trojan yang mengorbit Bumi.
Yang sangat mengejutkan, mereka menemukan (101429) 1998 VF31 yaitu asteroid yang secara samar-samar sama dengan Bulan dan bukan benda kecil lainnya di dekat Mars.
Dengan kata lain, komposisi permukaan asteroid ternyata memantulkan cahaya dengan cara yang lebih menyerupai Bulan daripada asteroid atau objek lainnya.
Dr Galin Borisov dari AOP, yang mengambil bagian dalam analisis spektral tersebut, mengatakan banyak spektrum yang kami miliki untuk asteroid tersebut tidak jauh berbeda dari Bulan tetapi ketika Anda melihat lebih dekat terdapat perbedaan penting, misalnya, perbedaan pada bentuk dan kedalaman dari luasnya absorpsi spektral pada panjang gelombang satu dan dua mikron.
Namun, spektrum asteroid khusus ini tampaknya hampir menyerupai seperti bagian pada Bulan di mana terdapat batuan dasar yang terbuka seperti interior kawah dan pegunungan.
Penemuan itu dilakukan dengan menggunakan European Southern Observatory’s (ESO) Very Large Telescope (VLT) di Gurun Atacama, Chili. Penelitian ini didukung oleh Dewan Fasilitas Sains dan Teknologi Inggris (STFC) dan telah dipresentasikan dalam jurnal Icarus.
Dan meskipun asal muasal dari asteroid tersebut yang menyerupai dengan Bulan tetap menjadi misteri, astronom AOP telah mengajukan beberapa teori.
Menurut penulis utama Dr Apostolos Christous, asteroid tersebut mungkin terlihat seperti Bulan karena asalnya dari Bulan.
"Tata surya pada awalnya sangat berbeda dari tempat yang kita lihat sekarang. Ruang antara planet yang baru terbentuk itu penuh dengan puing-puing dan tabrakan adalah hal yang biasa. Asteroid besar yang dimana kami menyebutnya sebagai planetesimal telah menghantam Bulan dan planet lain. Pecahan dari tabrakan semacam itu bisa saja mencapai orbit Mars saat planet itu masih terbentuk dan terperangkap di awan Trojan-nya," ujarnya.
Teori kedua, tetapi, menunjukkan bahwa asteroid itu berasal dari Planet Merah itu sendiri. Sama seperti Bumi dan Bulan, Mars dibombardir dengan batuan luar angkasa dan puing-puing di masa-masa awal tata surya.
Tabrakan besar mungkin sebabkan dikirimkannya bongkahan batu seperti bulan ke orbit planet. Salah satu dampak tersebut diyakini telah menciptakan Bulan kita miliaran tahun yang lalu.
Dalam skenario ini, sebuah objek yang dijuluki sebagai Theia mungkin telah menabrak planet kita, dan mengirimkan awan berisikan puing-puing ke luar angkasa. Puing-puing itu kemudian menyatu dan membentuk Bulan seperti yang kita kenal sekarang.
Terdapat juga teori serupa dimana menunjukkan dua objek yang lima kali lebih besar dari Mars bertabrakan dan menciptakan hal tersebut dalam proses, baik di Bulan maupun di Bumi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.
Jadwal DAMRI dari YIA Sabtu 19 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan Jogja dan Sleman dengan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 19 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 19 September 2026 tersedia 5 perjalanan dari masing-masing arah. Cek jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 19 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk keberangkatan terakhir.
Pemkot Jogja sidak Alkid usai viral dugaan pungutan pelaku usaha. Wawali Wawan Harmawan meminta persoalan diklarifikasi.