Dampak Liburan terhadap Kasus Covid-19, Akan Terlihat dalam 10-14 Hari

Kendaraan memadati ruas Tol Jagorawi KM 6 di Jakarta, Kamis (29/10/2020). PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mencatat sebanyak 336.929 kendaraan telah meninggalkan wilayah DKI Jakarta selama dua hari pada 27-28 Oktober 2020 dalam periode libur panjang Maulid Nabi dan cuti bersama atau meningkat 40,5 persen dibanding biasanya. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A
04 November 2020 20:17 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan tren kasus Covid-19 masih mengalami penurunan seusai libur panjang. Dampak dari liburan baru akan terasa dalam 10-14 hari.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan tren penurunan masih terjadi karena catatan dari pekan-pekan sebelum liburan.

"Yang bisa kita ambil kesimpulan bukan berarti kalau kita jalan-jalan terus kasusnya akan turun. Bukan karena imunitas kita naik, itu ada hal yang berbeda lagi, jadi mungkin kasus pekan ini itu masih merekap kasus yang terjadi di pekan sebelumnya," terang Dewi dalam bincang Covid-19 dalam Angka, Rabu (4/11/2020).

Menanggapi apakah liburan kali ini aman atau tidak, Dewi menegaskan hasilnya baru bisa dilihat mungkin sepekan atau dua pekan lagi. 

"Jadi kalau kasus turun pas bertepatan waktu libur, itu belum ada hubungannya dengan liburan kita. Ingat waktu libur Hari Kemerdekaan dan Iduladha di pertengahan Agustus dan kasusnya baru melonjak awal September," ungkap Dewi.

Lonjakan kasus pada periode liburan ini terprediksi melalui aplikasi Monitoring Perubahan Perilaku bahwa orang yang dipantau semakin bertambah.

"Karena ternyata adanya libur panjang berpotensi terjadi kenaikan kasus. Terlihat ada kenaikan pelaporan di aplikasi Monitoring itu, terutama di tempat wisata sampai 92 persen," ujarnya.

Adapun tingkat kepatuhan masyarakat pada penerapan protokol kesehatan juga tercatat mengalami penurunan, meskipun tidak signifikan.

Di tempat wisata, restoran, dan mal selama libur panjang terdapat tren penurunan kepatuhan memakai masker sekitar 1-5 persen dan penurunan kepatuhan menjaga jarak 1-3 persen.

Adapun, per Rabu (4/11/2020) tercatat kasus Covid-19 bertambah sebanyak 3.356 kasus sehingga totalnya sebanyak 421.731. Sedangkan kasus sembuh bertambah 3.785 sehingga totalnya 353.282 kasus. Sementara itu, kematian bertambah 113 orang sehingga totalnya mencapai 14.259 orang.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia