Subsidi Gaji Termin Kedua Ditransfer Pekan Ini

Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin - Kominfo
04 November 2020 16:27 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah berjanji program Subsidi Gaji termin kedua akan disalurkan pada pekan ini.

Seperti diketahui termin pertama telah disalurkan kepada 12,4 juta pekerja sejak September 2020.

“Rencananya akhir minggu [pekan] ini akan mulai lagi gelombang dua kepada 12,4 juta penerima,” kata Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (4/10/2020).

Budi melanjutkan total pagu program Subsidi Gaji adalah Rp30 triliun. Lebih kurang separuhnya telah habis.

Pemerintah menargetkan seluruh anggaran akan habis terserap pada tahun ini. “Ini program utama yg mesti kita kejar sampai akhir tahun,” kata Budi.

Subsidi Gaji adalah bantuan langsung tunai yang menyasar para pekerja yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Pemerintah memanfaatkan data BPJS Ketenagakerjaan untuk mendata penerima manfaat.

Para penerima program tersebut adalah pekerja yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp150.000 per bulan atau setara dengan gaji kurang dari Rp5 juta per bulan.

Pemerintah mengalokasikan Rp2,4 juta kepada setiap penerima manfaat. Dana tersebut cair dalam dua tahap, setiap termin sebesar Rp1,2 juta.

Program ini termasuk upaya pemerintah menjaga daya beli di tengah pandemi Covid-19.

Selain kelurga miskin dan para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja, pemerintah mencatat segmen lain, yakni pekerja yang dirumahkan dan terkena pemotongan gaji.

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah sempat mengimbau para penerima Subsidi Gaji agar menggunakan uangnya untuk belanja produk dalam negeri.

Dengan begitu tujuan program ini yakni untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dapat tercapat secara optimal.

“Terakhir harapan saya kepada teman-teman pekerja yang akan menerima program ini, saya minta belanjakanlah uang ini untuk membeli produk-produk dalam negeri, belilah hasil karya UMKM kita,” kata Ida.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia