Kebakaran Gunung Lawu Merembet ke Hutan Lindung Ngawi, 13 Hektare Terbakar
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.
Rocky Gerung. /Suara.com-Novian
Harianjogja.com, JAKARTA--Pengamat politik Rocky Gerung membandingkan antara Presiden Jokowi dengan pentolan FPI Rizieq Shihab.
Habib Rizieq Shihab beberapa kali dikabarkan bakal pulang ke Indonesia. Tapi beberapa kali pula kabar kepulangan itu tertunda. Tertundanya kepulangan HRS ke tanah air itu pun turut menjadi perhatian pengamat politik, Rocky Gerung.
Rocky menyebut bahwa tertundanya kepulangan Imam Besar FPI itu tak lain karena ketakutan pemerintah Jokowi. Lebih lanjut ia menyebut ketakutan itu terkesan berlebihan dan sulit dipahami akal.
Padahal, bagi pengikutnya, Habib Rizieq merupakan sosok yang acap menyampaikan kebenaran, kedamaian, dan juga berperan sebagai kontrol sosial terhadap kondisi politik Tanah Air. Rocky Gerung pun merasa heran jika kepulangan Habib Rizieq dihalang-halangi pemerintah Indonesia.
“Dia dianggap oleh pengikutnya ditunggu sebagai messenger of true (penyampai kebenaran), messenger of peace (penyampai kedamaian), messenger of political changes (penyampai perubahan politik),” dikutip dari video di saluran Youtube Rocky Gerung Offical, Kamis (22/10/2020).
“Jadi konsep itu yang saya kira semakin disadari pemerintah. Jadi semakin Habib Rizieq disingkirkan, orang makin menumpuk enerji untuk membawa dia pulang. Saya muter-muter Jawa Barat banyak yang pasang poster (menuntut kepulangan Habib Rizieq), entah siapa yang pasang,” sambungnya.
BACA JUGA: Antisipasi Covid-19, Tempat Usaha Kuliner Diminta Mendata Pengunjung
Rocky menyebut, saat ini kedudukan Habib Rizieq bukan lagi sebagai subyek komersial yang namanya banyak dibicarakan publik, melainkan sudah menjelma sebagai fakta politik. Sebab, selain berpengikut banyak, manuvernya dalam mengkritik pemerintah acap menuai beragam reaksi.
“Faktanya Habib Rizieq itu punya pengikut, dan jumlahnya banyak. Jadi Habib Rizieq memang fakta politik, bukan subyek komersial. Sekarang kekuasaan harus bisa membaca fakta tersebut,” tegasnya.
Lebih jauh, Rocky mengatakan, label anti-Pancasila yang kerap disematkan kepada Habib Rizieq membentuk opini publik yang keliru. Sebab, kata dia, Habib Rizieq lebih memahami isi dan kandungan Pancasila ketimbang Presiden Jokowi. Apalagi, Habib Rizieq pernah membuat tesis mengenai hal tersebut.
“Patut diakui, Jokowi memulai politiknya dengan membelah keakraban sosial, dengan sinyal ‘Kami Pancasila’ dan menimbulkan persepsi Habib Rizieq itu anti-Pancasila. Lalu terbalik ketika Habib Rizieq bisa memperlihatkan dia warga negara Indonesia yang bertaruh untuk kepentingan bangsa dan konsep yang sama, yaitu Pancasila.”
“Bahkan dia (Habib Rizieq) lebih mengerti isi itu (Pancasila) dibandingkan Presiden Jokowi, karena dia menulis tesis tentang itu, kan? Jadi semua parameter yang dipasangkan pada Habib Rizieq berbalik menjadi ukuran pada rezim ini.”
“Lebih pancasilais mana, Habib Rizieq yang berusaha menghadirkan keadilan sosial, atau Presiden Jokowi yang menghasilkan Undang-undang Omnibus Law yang tidak berpihak kepada rakyat?” kata Rocky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.
Razia gabungan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta menyasar narkotika, HP dan senjata tajam. Tes urine 50 warga binaan negatif.
Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango di Sukabumi mengembangkan wisata alam, produk lokal, UMKM, dan pengelolaan lingkungan berbasis potensi desa.
Pemerintah memastikan cadangan BBM berada di standar minimal 18–21 hari dan harga BBM subsidi tak naik hingga akhir 2026.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Nguyen Quang Hai absen membela Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026 karena cedera pergelangan kaki. Kim Sang-sik memanggil Minh Khoa.