Pimpinan DPRD Magelang Positif Covid-19, 26 Orang Kontak Erat Dinyatakan Negatif

Suasana aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja di Magelang, Selasa (13/10/2020). - Ist
17 Oktober 2020 16:27 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG- DPRD Kabupaten Magelang melakukan tracing kontak setelah salah satu pimpinan dewan dinyatakan positif Covid-19. Ketua DPRD setempat, Saryan Adi Yanto juga sempat dinyatakan suspect namun ternyata hasil swab test-nya dinyatakan negatif Covid-19.

Sekretaris DPRD Kabupaten Magelang, Ari Handoko membenarkan bahwa seorang pimpinan DPRD terkonfirmasi positif Covid-19, dari sebuah klaster Kecamatan Tempuran. “Informasi dari Dinkes kami terima pada Rabu [14/10/2020] pukul 16.24 bahwa ada satu pimpinan yang positif Covid-19 dari klaster Tempuran,” jelasnya, ketika dimintai konfirmasi, Sabtu (17/10/2020).

Dari informasi tersebut, pada Kamis (15/10/2020) pihaknya melakukan tracking internal di DPRD dan sekretariat dewan (setwan) yang berkontak dengan pimpinan dewan tersebut beserta sopirnya. Hasilnya ada 19 orang termasuk tiga orang pimpinan dewan.

Sebanyak 19 orang tersebut kemudian mengikuti swab test pada Kamis, mulai pukul 11.00 sd 13.00 WIB. “Karena masih ada kuota maka kami minta yang lain ikut swab sehingga total yang swab 26 orang,” jelasnya.

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Ungkap Peran MUI Dalam Proses Pengadaan Vaksin Covid-19

Di antara yang diswab tersebut adalah Ketua DPRD, yang berkontak erat dengan positif Covid tersebut pada saat ada unjuk rasa UU Cipta Kerja pada Rabu (14/10/2020). Saat unjuk rasa tersebut, Ketua Dewan beserta para pimpinan dewan menemui massa dan mengajak masuk ke kompleks dewan. Pimpinan dewan juga menemui perwakilan massa untuk menerima aspirasi mereka.

Selama menunggu hasil swab tersebut, semua orang yang masuk dalam kontak tracing diminta isolasi mandiri. Pada siang hari seusai swab test massal, dilakukan penyemprotan disinfektan seluruh gedung oleh BPBD. “Sesuai arahan BPBD, selesai disemprot untuk satu hari esoknya atau Jumat agar dibiarkan, baru Sabtu dibersihkan,” jelas Ari.

Pada hari Jumat (16/10/2020), seluruh pegawai DPRD diminta work from home (WFH) dan pada Sabtu ini, THL diminta melakukan pembersihan lingkungan.

Ari menyebutkan pada Jumat juga sudah diterima hasil swab dan menurutnya, semua dinyatakan negatif Covid-19. ”Hasilnya sudah kami terima pada Jumat [16/10/2020] dan semuanya dinyatakan negatif Covid-19,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Saryan Adiyanto dinyatakan suspect Covid-19 setelah menerima aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja pada selasa (13/10/2020).

Baca Juga: Tersangka Perusakan Kendaraan Polisi Saat Demo di Malioboro Bisa Bertambah

“Salah satu sahabat saya yang ikut menerima aksi unjuk rasa dinyatakan positif Covid-19,” kata Saryan, tanpa bersedia menyebutkan siapa orang tersebut.

Ia menjelaskan saat menerima aksi unjuk rasa, kata dia, yang bersangkutan belum dinyatakan positif Covid-19 karena hasil swab belum keluar. Hasil swab keluar beberapa jam setelah unjuk rasa tersebut. Saryan kemudian mengikuti prosedur protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Ia juga mengaku saat ini kondisinya sehat dan baik-baik saja. “Alhamdulillah kondisi sehat. Mohon doanya saja,” kata dia.

Lebih lanjut ia tetap mengingatkan masyarakat akan pentingnya mematuhi Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19. Di antaranya memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan.

Selain itu ia juga menekankan pentingnya kesehatan mental di tengah pandemi ini. "Jaga imunitas tubuh. Dan juga tetap berpikiran positif," katanya.