Dukung Penanganan Virus Corona, YouTube Hapus Konten Antivaksin

Youtube hapuskan akun antivaksin. - ilustrasi
15 Oktober 2020 08:47 WIB Rezha Hadyan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Youtube akan menghapus video berisi informasi yang salah atau misinformasi terkait vaksin Covid-19 yang bertentangan dengan informasi dari pakar kesehatan atau Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Melansir The Verge pada Kamis (15/10/2020), Juru bicara YouTube Farshad Shadloo mengatakan upaya tersebut diambil untuk mendukung pengembangan vaksin Covid-19.

"Vaksin Covid-19 mungkin ada dalam waktu dekat, oleh karena itu kami memastikan kami memiliki kebijakan yang tepat untuk dapat menghapus informasi yang salah terkait vaksin Covid-19," katanya.

Baca juga: Diajeng Bantul Ajak Generasi Muda Tumbuhkan Kesadaran Pakai Masker

Salah satu misinformasi terkait vaksin Covid-19 yang beredar di YouTube adalah keberadaan microchip pada vaksin tersebut yang mengakibatkan kemandulan.

Lebih lanjut, Shadloo menjelaskan penghapusan konten yang berisi informasi keliru tentang vaksin Covid-19 merupakan tindak lanjut dari kebijakan misinformasi medis Covid-19 yang sudah diterapkan lebih dulu.

Kebijakan tersebut tidak mengizinkan video yang secara keliru menyatakan bahwa Covid-19 tidak ada atau yang mengatakan bahwa virus itu tidak menular.

Baca juga: PILKADA BANTUL: Bagaimana Hak Pilih Pasien Covid-19?

YouTube pada tahun lalu juga sempat mengambil kebijakan keras terhadap konten yang mengkampanyekan anti-vaksinasi. Secara sepihak platform berbagi video itu melakukan demonetisasi pada konten-konten tersebut.

Apa yang dilakukan oleh YouTube juga sudah dilakukan oleh Facebook belum lama ini. Mereka memberikan sanksi tegas terhadap konten anti-vaksinasi dan tidak mengizinkan iklan yang menghalangi upaya vaksinasi.

Selama pandemi virus corona (Covid-19) pemerintah Indonesia gencar melaksanakan program 3M yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Program 3M ini menjadi senjata utama agar terhindar dari Covid-19 saat vaksin Corona belum ada.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Sumber : Bisnis.com