Sukarelawan Muhammadiyah Dipukul Polisi Saat Demonstrasi, Ini Sikap MDMC

Ilustrasi kekerasan. - Pixabay
14 Oktober 2020 08:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Muhammadiyah Disaster Management Center atau MDMC angkat bicara terkait kasus penganiayaan yang melibatkan anggota organisasi tersebut.

Sukarelawan kemanusiaan Muhammadiyah, Selasa (13/10/2020), dipukul dalam demonstrasi di Jakarta. Pemukulan sukarelawan itu langsung disikapi Muhammadiyah Disaster Management Center.

Sukarelawan kemanusiaan Muhammadiyah yang dipukul itu bertugas melakukan pemantauan keadaan di sekitar Kantor PP Muhammadiyah Jl. Menteng Raya 62 Jakarta Pusat. MDMC pun segera mengurai kronologi kejadiannya lalu menyampaikannya ke media massa.

“Relawan Muhammadiyah bergerak dalam kegiatan demonstrasi hari ini [13 Oktober 2020] dalam koordinasi Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah,” aku Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center Budi Setiawan dan Sekretaris MDMC Arif Nur Kholis dalam pernyataan pers yang disampaikan dari Yogyakarta.

Ditegaskan bahwa sukarelawan digerakkan untuk mengantisipasi kebutuhan layanan kesehatan bagi pihak-pihak yang membutuhkan perawatan baik dari sisi demonstran, aparat, maupun warga yang terdampak kegiatan. “Selepas Magrib ditugaskan relawan di depan Apartemen Fresher Menteng yang bersebelahan dengan Kantor PP Muhammadiyah di Menteng Raya No. 62,” papar mereka.

Sukarelawan itu ditugaskan memantau situasi dan bersiap apabila jatuh korban yang harus dievakuasi dan dibantu Tim Kesehatan Muhammadiyah. “Selang beberapa saat datanglah rombongan Resmob Polda Metro dari arah Hotel Treva [Cikini] langsung menyerang relawan dan beberapa warga yang ada di halaman Apartemen Fresher Menteng,” lanjutnya.

Ditabrak Lalu Dianiaya
Selanjutnya, empat sukarelawan MDMC yang bertugas dengan seragam bertuliskan “Relawan Muhammadiyah” ditabrak dahulu dengan motor oleh polisi. Mereka kemudian dipukul oleh aparat yang digaji oleh warga negara itu. “Setelah terjatuh diseret ke mobil sambil dipukul dengan tongkat dan ditendang,” papar Budi Setiawan dan Arif Nur Kholis mengurai peristiwa keji itu.

Sukarelawan yang diseret ke arah mobil polisi kemudian dikisahkan berhasil diminta rekan-rekan mereka untuk tidak dibawa dan kemudian dirawat oleh tim Kesehatan Muhammadiyah. “Saat ini, empat orang relawan yang berasal dari MDMC Bekasi tersebut dilarikan ke RSIJ Cempaka Putih untuk ditangani lebih lanjut,” papar Budi Setiawan dan Arif Nur Kholis lebih lanjut.

Berdasarkan kronologi kejadian tersebut, MDMC PP Muhammadiyah pun tegas menunjukkan sikap. Ada empat hal yang disampaikan. Pertama, menyesalkan terjadinya insiden dan meminta penjelasan dari Polda Metro Jaya atas terjadinya insiden tersebut.

Kedua, MDMC PP Muhammadiyah meminta kepada aparat kepolisian untuk tetap profesional dan melindungi sukarelawan kemanusiaan yang bertugas di lapangan. Ketiga, MDMC meminta segenap sukarelawan Muhammadiyah yang bertugas untuk tidak terprovokasi dan mempercayakan penanganan kepada pimpinan.

Terakhir, keempat, MDMC meminta semua pihak untuk tidak memperkeruh keadaan, menghindari terjadinya kekerasan, menghindari pengabaian protokol kesehatan yang berlaku pada pandemi Covid-19.

Sumber : Solopos.com