Kapolda Metro Jaya Tuding Anarko Bikin Ricuh di Akhir Demo 1310

Kapolda Metro Irjen Nana Sudjana (tengah, memegang tongkat komando) bersama jajaran memantau kondisi terkini lokasi demonstrasi 1310 tolak RUU Cipta Kerja di kawasan dekat Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020). - JIBI/Bisnis/Aprianus Doni.
13 Oktober 2020 20:47 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menuduh anarko sebagai pelaku rusuh pada akhir aksi 1310. Mereka, kata Kapolda Metro Jaya, bukan berasal dari massa Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI.

“Aksi berjalan dengan lancar dari jam 1 [siang] sampai jam 4. Ketika anak NKRI ini selesai [unjuk rasa] mereka kembali, dan anak-anak anarko ini beraksi,” ujar Nana kepada awak media, Selasa (13/10/2020).

Nana menambahkan bahwa jumlah massa anarko yang merusuh ada sekitar 600 orang, sebagian besar berusia muda dan bahkan merupakan pelajar.

BACA JUGA: Memahami Anarko-Sindikalis: Berdasarkan Penuturan Figur Sentral Gerakan & Penjelasan dari Pengamat

Selain itu, hingga hari ini kepolisian telah mengamankan sekitar 500 orang yang diduga menjadi penyebab kericuhan.

Lebih lanjut, Kapolda Metro juga memastikan bahwa aksi perusakan oleh perusuh pada hari ini, Selasa (13/10/3020) tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan demonstrasi serupa pada Kamis (8/10/2020).

Aksi massa gelombang kedua ini terjadi seusai massa pertama melakukan aksi unjuk rasa yang berjalan damai.

Ketika massa pertama bersiap membubarkan diri, massa kedua muncul dan melakukan aksi onarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com