Advertisement
Mantan Pasien Covid-19 ini Terus Rasakan Detak Jantung Kencang
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Roweena Russel, 45, dari North Shild sebagai mantan pasien Covid-19, masih diganggu efek jangka panjang Covid-19. Padahal ia menunjukkan gejala Covid-19 awal pada 9 April 2020 saat merasa sesak napas dan kelelahan.
Melansir Suara.com--jaringan Harianjogja.com dari The Sun, Russel menderita linglung, muntah-muntah, dan pusing terus menerus sebelum ia mendapatkan perawatan Covid-19 di rumah sakit. Meskipun tidak memiliki kondisi kesehatan yang mendasari, Russel menderita gejala virus corona jangka panjang.
Advertisement
Gejala jangka panjang tidak diakui secara resmi oleh dokter. Tetapi menurut sebuah penelitian dari Kings College London, hingga 60.000 orang telah menderita gejala jangka panjang seperti kelelahan, sesak napas dan nyeri dada selama lebih dari tiga bulan setelah tertular virus corona Covid-19.
"Setiap hari saya menderita sakit dada dan ginjal, detak jantung saya terus meningkat dan saya terus merasakan darah di mulut saya yang membuat saya merasa mual sepanjang waktu," kata Russel seperti yang dikutip dari The Sun.
Baca Juga: Hasil Studi: Masker Berbahan Sutera Lebih Efektif Mencegah Covid-19
"Saya mengalami peradangan di tangan dan kaki saya, tangan saya sekarang telah berubah bentuk dan saya harus benar-benar mengubah pola makan saya karena karbohidrat putih sekarang membuat saya kesakitan," imbuhnya.
Sebelum terjangkit virus corona, Russel mampu melakukan handstands dan cartwheel. Dia juga bisa bersepeda lebih dari 60 mil dengan pemulihan kelelahan dalam beberapa menit. Namun setelah terkena virus corona Covid-19, ia melaporkan bahwa sejauh ini ia hanya mampu berjalan 6.000 dan butuh tiga hari untuk pulih dari kelelahannya.
Pada bulan September, pria berusia 45 tahun itu bangun jam empat pagi karena menderita nyeri dada yang parah sebelum dilarikan ke rumah sakit yang menunjukkan gejala serangan jantung. Russel kesakitan setiap hari dan baru-baru ini menjalani tes jantung dan paru-parunya untuk menentukan tingkat kerusakan yang disebabkan oleh virus tersebut.
Baca Juga: Pakar: Penyebaran Virus Corona Paling Sering Terjadi Melalui Tangan
"Kekhawatiran terbesar saya adalah apa dampaknya terhadap orang-orang di sekitar saya. Apakah saya bisa hidup mandiri selanjutnya," ujar Russel.
"Apakah saya bisa berolahraga lagi dan merasa sehat kembali?" imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dana Terbatas, Padat Karya Reguler Sleman 2026 Hanya Dua Titik
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Tur Dunia BTS 2026-2027, Ada 79 Konser dan Panggung 360 Derajat
- Banjir Tutup Jalur Pekalongan-Sragi, KAI Alihkan Rute Sejumlah KA
- Peta Baru Pendidikan Nasional, Sekolah Rakyat Dibangun Massal
- Program Sapa Bantul Sasar Bantuan Pangan untuk 1.000 Keluarga Miskin
- Nyeri Perut Seusai Makan Bisa Tanda Batu Empedu
- Batu Raksasa Dipecah untuk Buka Akses Warga Gedangsari Gunungkidul
- Pengungsi Banjir Pidie Jaya Menanti Kepastian Hunian Layak
Advertisement
Advertisement



