Cara Daftar Paket C 2026, Ini Syarat dan Tahapannya
Ingin mengambil Paket C? Simak syarat dokumen, cara daftar, proses pembelajaran, hingga ketentuan penilaian dan ujian Paket C.
Mencuci tangan
Harianjogja.com, JAKARTA - Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Prof Dr dr Syamsul Arifin MPd mengatakan penyebaran Covid-19 paling sering terjadi melalui tangan.
Dia menjelaskan penyakit saluran pernapasan seperti Covid-19 yang disebabkan virus Corona menyebar ketika percikan dahak yang mengandung virus masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, atau tenggorokan. Akan tetapi, penyebaran virus dari satu orang ke orang lain paling sering terjadi melalui tangan.
"Di saat kepatuhan masyarakat sudah meningkat terhadap penggunaan masker yang terstandar, malah sering terabaikan untuk cuci tangan. Hal ini penting karena kita tidak bisa menjamin apakah tangan tidak pernah menyentuh wajah atau masker," kata dia di Banjarmasin, Minggu (11/10/2020).
Syamsul mengungkapkan penelitian tahun 2016 dari New South Wales, Australia, menyebutkan orang-orang menyentuh wajah sekitar 23 kali dalam satu jam. Hampir setengah dari sentuhan wajah melibatkan mulut, hidung, atau mata yang notabene menjadi jalur termudah bagi virus dan bakteri memasuki tubuh.
Untuk itulah, mencegah penyebaran virus dengan rutin cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sangat diperlukan. Mencuci tangan mungkin terlihat cukup mudah, tetapi kenyataannya hanya 5 persen orang benar-benar memahami mencuci tangan yang baik dan benar.
"Pemahaman cuci tangan sangat perlu dikampanyekan terlebih dalam rangka memperingati hari cuci tangan pakai sabun sedunia pada tanggal 15 Oktober nanti," tutur Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran ULM itu.
Syamsul menambahkan, mencuci tangan dengan sabun dalam kondisi air mengalir dapat menurunkan risiko terkena penyakit bakterial sebesar 50 persen. Namun, syaratnya lama waktu yang diperlukan agar bersih dari sebagian besar virus maka mencuci tangan setidaknya selama 20-30 detik.
Sedangkan kondisi tangan setelah dicuci juga patut jadi perhatian. Kondisi tangan yang basah menyebarkan virus 1.000 kali lebih banyak daripada tangan yang kering. Karena itulah, sangat penting untuk mengeringkan tangan dengan tisu sekali pakai setelah dicuci.
"Dengan cuci tangan yang benar, maka minimal dapat menurunkan risiko penularan COVID-19 sekitar 35 persen dan semakin sempurna jika diikuti penggunaan masker dan jaga jarak minimal 1,5 meter," ujar pria yang menjabat Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ingin mengambil Paket C? Simak syarat dokumen, cara daftar, proses pembelajaran, hingga ketentuan penilaian dan ujian Paket C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Para chef mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah dan Jawa Timur, dari sate srepeh hingga tahu telur, untuk menghidupkan kembali makanan lokal.