Dampak La Nina, Indonesia Diprediksi Alami Cuaca Ekstrem Oktober-November

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
07 Oktober 2020 13:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan warga akan ancaman hujan ekstrem. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan tren curah hujan sejak tahun 1.900 hingga tahun lalu 2019 terlihat curah hujan semakin meningkat bahkan menunjukkan tren curah hujan ekstrem.

Dwikorita menjelaskan tren curah hujan tahunan sejak tahun 1.900 hingga tahun lalu terlihat curah hujan maksimum atau dapat dikatakan ekstrem karena melampaui 105 mm dalam 24 jam terlihat semakin sering terjadi dan trennya itu semakin melompat.

Baca juga: 18 Anggota DPR Positif Covid-19, Gubernur Anies Minta Gedung Dewan Ditutup 3 Hari

"Tahun lalu, dalam satu hari bisa mencapai 377 dua hari 419 mm. Dikhawatirkan tahun ini pun akan melompat, dikhawatirkan,” ungkap Dwikorita dalam Rakornas Antisipasi Bencana Hidrometeorologi dan Gempa Bumi-Tsunami secara virtual, Rabu (7/10/2020).

Apalagi ditambah dengan identifikasi dari BMKG, serta badan iklim lainnya yakni National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika, Japan Meteorological Agency (JMA) Jepang dan Bureau of Meteorology Australia mengidentifikasi terjadinya fenomena La Nina dengan pada level moderat mulai terjadi di Samudera Pasifik yang berpotensi hujan lebat melanda seluruh wilayah Indonesia.

Dimana, terlihat dari peta kondisi La Nina yang diprediksi yakni pada September, Oktober, November yang menunjukkan curah hujan bulanan semakin besar dimana curah hujannya semakin melampaui 40%.

Baca juga: Kerja dari Rumah Bikin Penat? 7 Cara Ini Bisa Dicoba untuk Menghilangkan Stres

“Diprediksi mulai Oktober ini sampai November dampak La Nina ini akan mengenai hampir di seluruh wilayah Indonesia yaitu dengan curah hujan intensitas atau curah hujan lebat kecuali di Sumatera,” kata Dwikorita.

Dwikorita pun mengajak semua pihak untuk mewaspadai potensi terjadinya bencana hidrometeorologi dan mencegah adanya korban jiwa atau zero victim. “Sehingga mohon izin ini, semua pihak terkait yakni PUPR, juga ada dari Gubernur mohon mewaspadai adanya lompatan diperkuat dengan adanya La Nina," jelasnya.

"Sehingga kita perlu segera berembuk bagaimana cara untuk mencegah zero victim, mencegah La Nina sudah tidak mungkin, mencegah curah hujan lebat tidak mungkin. Tetapi bagaimana caranya ada atau zero victim,” ungkap Dwikorita.

Berita Ini sudah ditayangkan di Okezone dengan judul BMKG Prediksi Dampak La Nina Sampai ke Indonesia Oktober-November

Sumber : Okezone