Pemilik RCTI Akan Jual Sebagian Saham ke Perusahaan Investasi China

CEO PT Media Nusantara Citra Tbk David Fernando Audy (kedua kiri) bersama CFO Faisal Dharma Setiawan (kiri) berbincang dengan Direktur Utama PT MNC Sky Vision Tbk. Hari Susanto (kedua kanan) dan Direktur Keuangan Herman Kusno (kanan) seusai RUPS di Jakarta, Selasa (26/6/2018). - JIBI/Bisnis/Abdullah Azzam
06 Oktober 2020 21:17 WIB Dhiany Nadya Utami News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) bakal menambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan perolehan dana Rp148,5 miliar.

Direksi MNC dalam keterangan tertulisnya menyebutkan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 24 Juni 2019, perseroan akan melakukan PMTHMETD. Perseroan bermaksud menerbitkan kembali saham yang berasal dari PMTHMETD sebanyak 173,68 juta saham.

"Pelaksanaan private placement pada 13 Oktober 2020, dan pemberitahuan hasil pelaksanaan pada 15 Oktober 2020," papar manajemen MNCN.

Private placement akan dilaksanakan pada harga Rp855, sehingga total dana yang diraih mencapai Rp148,5 miliar. Pelaksanaan private placement akan diambil oleh Value Partners Greater China High Yiled Income Fund.

Sebelumnya, MNCN telah melakukan private placement dengan menerbitkan 600 juta saham baru. Mengacu pada Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, perseroan telah melakukan PMTHMETD tersebut pada 27 Agustus 2020.

MNCN menerbitkan 600 juta saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham pada harga pelaksanaan Rp855 per saham yang diserap oleh Scotts Capital Investment Corporation.

Sementara itu, perusahaan yang menaungi sejumlah televisi swasta besar di Tanah Air seperti RCTI, MNC TV, dan GTV ini mengalami penurunan kinerja sepanjang semester I/2020.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2020, MNCN hanya mencetak pendapatan bersih sebesar Rp3,96 triliun sepanjang paruh pertama 2020, turun 6,70 persen dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp4,25 triliun.

Penurunan tersebut diakibatkan pendapatan iklan nondigital atau iklan konvensional yang menjadi kontributor utama perseroan menyusut 13,51 persen secara year on year menjadi Rp 3,20 triliun.

Begitu pula laba yang dapat diatribusikan pada entitas induk perseroan tercatat anjlok 17,37 persen pada semester I/2020, menjadi Rp956 miliar dari yang sebelumnya Rp1,15 triliun.

Group Chairman of MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan kendati perseroan mencatatkan pertumbuhan negatif pada semester pertama tahun ini, dirinya merasa termotivasi oleh hasil yang diperoleh selama periode kuartal kedua tahun 2020.

“Saya sangat yakin bahwa kami telah melewati masa terburuk bagi industri media dalam hal belanja iklan selama semester satu tahun 2020,” ungkapnya

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia