Advertisement

Masker Masih Jadi Senjata Ampuh Cegah Corona meski Vaksin Sudah Tersedia

Newswire
Selasa, 29 September 2020 - 16:07 WIB
Budi Cahyana
Masker Masih Jadi Senjata Ampuh Cegah Corona meski Vaksin Sudah Tersedia Ingat Pesan Ibu, Jangan Lupa Pakai Masker. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Masker masih menjadi alat yang ampuh mencegah penularan virus corona (Covid-19) meski vaksin sudah tersedia.

Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, beberapa waktu lalu mengatakan masker sangat efektif untuk melindungi manusia dari virus corona. Dia juga juga menegaskan masker adalah barang yang wajib dimiliki di masa pandemi.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Saat ini, sudah banyak penelitian yang mengungkapkan efektifnya mengenakan masker untuk mencegah penularan Covid-19. Satu studi dalam jurnal BMJ Global Health menemukan penggunaan masker di rumah tangga masyarakat Beijing berhubungan dengan lebih sedikitnya penyebaran Covid-19.

“Virus membutuhkan cara untuk menular dari orang ke orang dan sekarang ada data untuk mendukung penggunaan masker sebagai bentuk pengendalian, terutama pada mereka yang memiliki gejala,” kata Amesh Adalja, pakar penyakit menular di Johns Hopkins Center for Health Security, Maryland seperti dilansir dari Antara.

Selain itu, masker juga menjadi penghalang fisik yang sangat efektif untuk menghilangkan kemampuan virus untuk berpindah dari orang ke orang.

Menurut Adalja, vaksin virus Corona (Covid-19) generasi pertama bertujuan untuk memodifikasi penyakit sehingga tingkat keparahan dan kebutuhan rawat inap lebih rendah.

“Infeksi di antara yang divaksinasi pun masih akan terjadi. Infeksi akan menjadi lebih jarang dan tidak terlalu parah," tutur Adalja.

Jadi, vaksin Corona yang disetujui hanya akan menjadi satu bagian dari pendekatan berlapis-lapis. Adalja berpendapat, memakai masker wajah dan berlatih menjaga jarak secara fisik di depan umum tetap harus dilakukan saat vaksin pertama tersedia.

Di sisi lain, vaksin mungkin hanya 50 persen efektif memberi orang rasa aman yang salah dan ini menyebabkan penyebaran virus lebih besar karena tindakan pencegahan lain tidak dilakukan.

Adalja mengatakan, pada waktunya vaksin Covid-19 generasi pertama akan digantikan oleh vaksin yang memberikan kekebalan seperti vaksin campak.

Ini berarti sistem kekebalan tubuh akan dapat menghentikan virus untuk berkembang biak di dalam tubuh. Namun tidak ada yang tahu berapa lama itu bisa berlangsung — dan bisa jadi beberapa tahun. Selama itu pula, masker masih menjadi pelindung utama dari virus Corona.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Empat Hari, Peserta Pelatihan Menulis DPAD DIY Terbitkan Sebuah Buku

Jogja
| Selasa, 07 Februari 2023, 21:17 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement