Gunakan Kotak Kampanye Virtual, Komunikasi Gibran dengan Warga Tak Lancar Gara-Gara Sinyal

Cawali Solo, Gibran Rakabuming Raka, 33, menyapa warga Bonorejo, Nusukan, Solo, melalui virtual campaigne box, Sabtu (26/9/2020) sore. - Solopos/Kurniawan.
27 September 2020 06:17 WIB Kurniawan News Share :

Harianjogja.com, SOLO – Perangkat virtual campaigne box atau kotak kampanye virtual yang diluncurkan tim pemenangan Gibran Rakabuming Raka masih dalam tahap trial atau uji coba. Alat tersebut diluncurkan di wilayah RW 015 Kampung Bonorejo, Nusukan, Banjarsari, Solo, Sabtu (26/9/2020) sore.

Nantinya alat tersebut bakal menjadi sarana berkomunikasi antara Gibran dengan warga Kota Solo selama masa kampanye menjelang pilkada 2020. Rencananya ada lima virtual campaign box yang bakal diluncurkan.

BACA JUGA : Kampanye Pilkada Bantul Banyak Lewat Online, Bawaslu

Sementara ini baru satu yang diluncurkan untuk diuji coba. Ke depan, lima kotak itu akan ditempatkan di lima kecamatan di Kota Bengawan.

“Iya ini baru satu unit dan masih tahap uji coba. Rencananya nanti ada lima kotak kampanye virtual,” ujar Candra Wisnu, teknisi pembuat kotak kampanye virtual untuk Gibran.

Catatan penting selama masa uji coba kotak kampanye virtual di Nusukan yakni jaringan Internet yang kurang stabil. Kondisi itu membuat interaksi Gibran yang berada di Posko Griya Segaran Manahan dengan warga sering putus dan mengalami gangguan.

Komunikasi video dan audio melalui perangkat kotak kampanye virtual kerap terjeda atau terhenti. “Seperti kalau kita telepon pakai seluler HP sok putus-putus sinyalnya. Apalagi ini kami pakai sinyal video dan audio, sehingga sering putus,” urai Candra Wisnu.

BACA JUGA : Idham Samawi Antisipasi Kampanye Hitam 

Gangguan Sinyal

Menurut Wisnu pihaknya sudah menggunakan jaringan Internet dari provider yang sinyalnya paling besar di Solo. Langkah itu dilakukan agar proses komunikasi virtual antara Gibran dengan warga di kampung bisa berjalan lancar. Namun pada praktiknya masih saja terjadi gangguan komunikasi yang disebabkan sinyal.

“Ternyata ada beberapa blank spot. Seperti saat kita pakai HP kan ada yang sinyalnya gede ada yang kecil. Ini menjadi catatan dan evaluasi kami,” tutur dia.

Lebih jauh Wisnu menjelaskan kotak kampanye virtual yang baru saja diluncurkan Gibran dibuat menggunakan sejumlah komponen seperti modem internal untuk menangkap sinyal Internet, laptop yang terkoneksi Internet, TV plasma 49 inci, webcam, mikrofon, serta aki.

BACA JUGA : KPU Larang Konser saat Kampanye Pilkada 2020 

Sedangkan untuk menghubungkan warga dengan Gibran digunakan aplikasi, bisa Messenger atau video call Whatsapp (WA). “Dari tampilan di laptop kami perbesar gambarnya dengan menggunakan TV plasma 49 inci,” terang dia. 

Sumber : JIBI/Solopos